Kenalkan Teknik Ecoprint, Puluhan Pelaku UMKM di Kudus Ikuti Pelatihan

Kota, KUDUSSATU.com–Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus menyelenggarakan Pelatihan Ecoprint bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang usaha fashion (konveksi) dan kerajinan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari tanggal 20 Juli – 23 Juli 2020, bertempat di Balai Desa Burikan, Kecamatan Kota Kudus.

Ecoprint adalah salah satu teknik mencetak gambar dengan media kain dengan menggunakan bahan dari alam, antara lain dedauan, kapur, tawas, dan tunjung. Ecoprint mempunyai ciri khas ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami.

“Bahan yang digunakan alami dan mudah didapatkan di sekitar lingkungan kita”, ucap Rofiq Fachri, Kabid Koperasi dan UKM Kudus.

Bahan utama teknik ini, lanjut Rofiq bisa didapatkan dengan mudah karena memanfaatkan dedaunan dan bungan yang ada di sekitar lingkungan para peserta pelatihan untuk digunakan sebagai motif dasar pembuatan ecoprint. Desain pada kain didapatkan dari bentuk tulang dan warna daun dan bunga yang menempel pada kain sesudah proses ecoprint.

“Sebelum melakukan praktik, para peserta diberikan latar belakang, prospek bisnis dan teori tentang ecoprint pada hari pertama pelatihan. Materi teori antara lain meliputi macam-macam metode dasar ecoprint, jenis-jenis kain yang dapat dipakai untuk ecoprint, perlakuan awal atau treatment kain sebelum proses ecoprint, serta pengenalan jenis-jenis dan karakter daun dan bunga yang dapat mengeluarkan warna untuk dimanfaatkan dalam proses ecoprint,”jelas Rofiq.

“Pada pelatihan tersebut, para peserta dipandu instruktur untuk mempraktekkan 2 metode dasar ecoprint, yaitu metode kukus dan metode pounding (dipukul dengan palu). Selain 2 metode tersebut masih ada metode tingkat lanjtu lain yang bisa diaplikasikan dalam ecoprint,” imbuhnya.

Kepala Seksi SDM dan Teknologi UKMDinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus mengungkapkan debanyak 25 peserta yang mengikuti pelatihan ecoprint ini terlihat sangat antusias. Peserta berasal dari pelaku UMKM bidang kerajinan, konveksi, fashion dan batik. Hasil dari teknik ecoprint sendiri bisa digunakan sebagai motif fashion, seperti baju, tas motif, sendal, sepatu, dan lainnya.Karena motif terbuat dari bahan alami, keunikan produk ecoprint bisa menjadikan daya tarik sendiri bagi pemakai.

Bakti berharap dengan diadakannya pelatihan ini UMKM yang menjadi binaan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus bisa semakin berkembang.

“Karena di Kudus, teknik ini masih jarang digunakan untuk pemberian motif pada kain,” tuturnya.

Salah satu peserta, Theresiana bersyukur karena mendapatkan pelatihan ecoprint. Setelah mengikuti ini, pihaknya dapat mengembangkan teknik ini untuk produk batiknya.

“Saya akan mencoba mengkolaborasikan ini dengan kain batik. Agar lebih inovatif,” kata pemilik Tere Batik itu.
Sementara itu, instruktur pelatihan ecoprint, Tika menjelaskan pelatihan ini dilakukan untuk memberikan motif pada kain yang bercorak dari alam. Bahan baku pun diambil dari alam seperti daun singkong, cemara, jati dan sebagainya.

“Ecoprint mengandalkan cairan alam, mineral alam, lebih natural prosesnya lebih simpel. Kalau ecoprint sekali bisa langsung cuci. Kalau biayanya lebih murah karena menggunakan bahan alam,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *