Dorong Kreativitas Pelaku Usaha Olahan Ikan

MEJOBO, KUDUSSATU.com — Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kudus mengikuti pelatihan pengolahan berbagai jenis olahan berbahan dasar ikan. Pelatihan diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan UKM Kabupaten Kudus, Senin (20/7) di Dekopinda.

Pelatihan berbagai macam pengolahan ikan ini diikuti peserta sebanyak 25 orang. Peserta merupakan UMKM binaan dari Dinas yang bergerak di bidang boga atau makanan dan kuliner yang ada di Kabupaten Kudus.

“Mereka sangat memahami sekali apa yang diterangkan dan dicontohkan penyelenggara dalam mengikuti pelatihan ini,” ujar Rofiq Fachri, Kepala Bidang Koperasi dan UKM.

Pelatihan tersebut berbahan dasar ikan. Nantinya ikan tersebut dapat diolah menjadi beraneka ragam jenis makanan. Contohnya bisa dibuat bakso, siomay, trasi dan lainnya. Pelatihan ini diselenggarakan karena adanya usulan dari pelaku UMKM.

“Pada pelatihan ini peserta diajarkan teknik pengolahan ikan, nantinya peserta yang mengikuti pelatihan bisa berkreasi untuk dibuat atau dijadikan apa sesuai kretivitas mereka masing—masing, contohnya bisa dijadikan bakso,” ucap Rofiq.

Selain untuk menjadi lebih mandiri dan profesional, para peserta yang terlibat pelatihan pengolahan ikan ini, nantinya diharapkan dapat melakukan inovasi berbagai macam jenis produk olahan berbahan baku ikan. Sesuai dengan kreativitas peserta.Rofiq Fachri menambahka, para peserta yang mengikuti pelatihan ini terlihat sangat antusias. Karena rasa ingin tau dari para peserta cukup tinggi serta ini menjadi ilmu baru bagi mereka. Oleh sebab itu mereka memahami betul setiap langkah dan point yang disampaikan.

Dalam pelatihan pengolahan ikan tersebut, mulai dari hari pertama pemberian teori sampai memasuki masa praktek pengolahan, pihak Dinas maupun peserta dan penyelenggara tidak lupa untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Harapan dari Dinas kami sendiri untuk mengadakan pelatihan ikan ini supaya para pelaku usaha bisa bertambah wawasannya tentang bahan olahan ikan. Dan mereka bisa mengerti tentang bahan olahan yang mempunyai kadar protein tinggi,” imbuh Rofiq.
“Nantinya peserta akan diajak study tour ke salah satu tempat di Rembang, dimana olahan ikan itu bisa berkembang ditempat tersebut. Supaya peserta bisa menilai dan mencakup lebih luas terkait teknik pengolahan ikan tersebut,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *