Bantuan JPE Tahap Dua Sudah Disalurkan


Bae, KUDUSSATU.com — Program bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terdampak covid-19 di Kabupaten Kudus tahap kedua sudah disalurkan. Bantuan diserahkan oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kudus pada 10 Juli lalu.


Kepala Bidang Koperasi Rofiq Fachri melalui Kepala Seksi Pengembangan SDM dan Teknologi UKM Kabupaten Kudus, Bakti Tataryo menyampaikan, penyerahan JPE tahap kedua ini sama dengan yang diterima pada tahap pertama bulan lalu. Bantuan ini ditujukan bagi UKM binaan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kudus.


“Sama seperti tahap satu, mereka terima bantuan berupa bahan baku produksi berupa, gula, tepung, telur, dan minyak atau mentega. Ditujukan untuk pelaku UKM binaan kita, di bidang usaha makanan kecil,” ucapnya.


Bantuan tersebut diserahkan supaya pelaku usaha dapat mengembangkan usaha mereka. Selain itu juga untuk membangkitkan kembali gairah produksi pelaku UKM ditengah pandemi dan disaat menurunnya pesanan dari konsumen saat ini.


“Jika di tahap pertama ada 100 pelaku UKM yang mendapatkan bantuan, kini hanya terdapat kuota sebanyak 51 pelaku usaha binaan kami yang sudah di data memenuhi syarat dan dikirimkan ke Pemprov sebagai penerima bantuan,” ucapnya.


Bantuan tahap dua yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli ini disalurkan melalui toko yang sudah bekerja sama dengan emerintah Provinsi. Bahan Baku dikirim untuk diambil di tempat tersebut oleh penerima bantuan yang telah di data memenuhi syarat.


Jumlah bantuan yang diberikan juga tidak berbeda dari tahap sebelumnya. Ada tiga paket, pertama telur 50 kilogram, tepung 75 kilogram, minyak goreng 40 liter dan minyak gorang 24 kilogram kalau dinominalkan sekitar Rp 2.785.000.


“Kedua hanya mengganti minyak goreng dengan mentega, kurang lebih Rp 2.827.000. Ketiga berupa tepung 50 kilogram dan minyak 80 kilogram, senilai Rp 1.355.000,” terangnya.


Proses pelaksanaan program dari Pemerintah Provinsi tersebut yang disalurkan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kudus, tidak mengalami kendala dalam pengambilannya. Karena, pelaku UKM harus membawa identitas, pihak toko mengecek kesesuaian NIK dan data dari dinas terkait. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *