PSIR Terpuruk di “Tangan” Bupati Hafidz

Rembang, KUDUSSATU.com–Pecinta sepakbola di Rembang, khususnya PSIR mengharapkan Bupati hasil Pemilu kepala daerah (Pilkada) setempat 2020 mendatang memiliki keperdulian tinggi terhadap sepak bola dan dunia olahraga umumnya.

“Terkait Pilkada 2020 nanti, saya berharap bupati atau kepala mendatang peduli sepak bola dan juga komitmen kepada olahraga,” kata Jumali, salah satu penggemar bola di kota Garam itu ketika diminta komentarnya terkait Pilkada Rembang.

Mantan manajemen PSIR itu menyebutkan, sebagai warga Rembang, ia mengaku siap memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saatnya nanti.

Menurut Jumali, keperdulian pemimpin daerah kepada cabang sepak bola, umumnya terhadap olahraga sangat perlu karena akan berpengaruh kepada gairah dan prestasi olahraga.

Ia mencontohkan, beberapa daerah yang bupati/wali kotanya peduli sepak bola, gairah dan prestasinya cukup bagus.

“Itu perlu, siapapun bupatinya nanti kami berharap meningkatkan keberfihakan lagi pada sepak bola dan olahraga,” kata Jumali.

Menurut Jumali bupati yang sekarang ini yaitu Abdul Hafid, tidak begitu memperdulikan sepakbola atau PSIR. Akibatnya PSIR pun terdegradasi dari liga 2.

Berbeda di era bupati yang sebelum seperti Suratman dan Salim yang dianggap lebih perduli dengan PSIR. Buktinya sepakbola (PSIR) cukup disegani dikancah regional dan naisonal.

“Sementara kalau Pak Hafidz itu banyak menjanjikan, tapi setau kami jarang direalisasikan. Pokoknya sepakbola dianggap nggak penting,” ujarnya.

Sebagai bukti, lanjut Jumali, PSIR dikompetisi kemarin tidak diberikan dukungan anggaran yang maksimal. Bahkan cenderung manajamen disuruh nyari-nyari sendiri.

“Akibatnya PSIR pun terdegradasi musim lalu. Para pemain tidak bisa bermainnya maksimal karena tidak disupport anggaran yang memadai,”bebernya.

Pecinta sepakbola di Rembang lainnya, Yusron Kholidi, sangat berharap PSIR yang menjadi kebanggaan orang Rembang tetap eksis di kancah Nasional. Namun, kurangnya keperdulian bupati saat ini membuatnya pesimistis harapan itu bisa terwujud.

“Jujur kami pesismistis kepala daerah saat ini perduli terhadap nasib PSIR,” ungkapnya.

Karena itu, Yusron mengaku bersama-sama sejumlah teman sedang menginisiasi lahirnya klub sepakbola lokal baru di Rembang. Pihaknya sedang menyiapkan klub sepakbola baru di Rembang dengan nama Rembang United.

“Insyalloh bulan ini timnyaa akan kami launching. Kita akan manfaatkan bakat-bakat pemain lokal,” tukasnya.

Kehadiran Rembang United, lanjut Yusron, bukan bermaksud untuk menyaingi atau menandingi PSIR. Menurutnya, kelamahan PSIR selama ini selalu menggantungkan support anggaran Pemda.

“Rembang United, insyalloh akan dikelola secara profesional dan mendiri. Kami juga berharap supertor sepakbola di Rembang, bisa menjadi bagian untuk mendukung Rembang United yang notabene milik warga Rembang,” tandasnya. (Ak/R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *