Antisipasi Harga Panen Petani Anjlok, PT Pura Tawarkan Mesin CAS

KUDUSSATU.com, Kudus–Anjloknya sejumlah harga komoditas pertanian di pasaran, memang kerap membuat petani gigit jari. Lantaran mengalami kerugian yang cukup besar.

Akan tetapi, kini telah ditemukan solusi untuk mengatasi permasalahan klasik tersebut. Yakni dengan menyimpan komoditas tersebut di mesin Control Atmosphere Storage (CAS).

Mesin yang menggunakan teknologi terbarukan itu, diklaim dapat menyimpan dan mempertahankan kualitas produk dalam kurun watu yang lama. Hingga harga komoditas tersebut kembali stabil di pasaran.

“Misalnya harga bawang merah di pasaran sedang anjlok. Dari pada dijual dengan harga murah, petani bisa menunda jual bawangnya dan menyimpannya di sini. Nanti kalau harga di pasaran sudah stabil, baru diambil untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi,” jelas Sudiharti, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Rabu (29/1).

Melihat besarnya potensi CAS dalam membantu Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menstabilkan harga bahan makanan maupun hasil pertanian di kota kretek. Sudiharti rencananya akan menjalin kerjasama dengan PT Pura Agro Mandiri untuk memfasilitasi kelompok tani (potan) maupun koperasi di Kudus agar bisa memanfaatkan mesin tersebut.

“Nanti kita akan kerjasama dengan perbankan juga. Terkait pendanaannya,” lanjut dia.

Sementara itu, General Manajer PT PAM, Agung Subani, CAS merupakan sistem yang mengkombinasikan teknologi pendingin dengan teknologi pengkondisian udara (O2, CO2, N2, Ethylene dan RH) sebagai alat penyimpan produk komoditi hortikultura dalam jangka waktu yang lebih panjang dari metode konvensional.

“Mesin CAS dapat mengawetkan berbagai komoditas seperti bawang merah, cabai, buah-buahan, sayuran dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan. Tanpa mengurangi kualitas barangnya,” terang dia.

Untuk tarif penyimpanan yang dipatok oleh pihaknya juga terhitung murah. Yakni sebesar Rp. 1. 000 perkilonya selama sebulan.

Hanya saja, pihaknya cukup menyayangkan lantaran teknologi ini justru lebih dikenal dan diminati oleh para petani dari luar kota hingga luar negeri.

“Untuk petani lokal hingga kini belum ada. Semoga dengan kerjasama ini, petani maupun pedagang lokal bisa memanfaatkan teknologi ini,” harapnya.

Sekarang ini PT PAM memiliki sebuah CAS kapasitas 74 ton, 28 CAS tampungan 16 ton, dua mesin 2,5 ton dan satu kapasitas simpan satu ton. Sedangkan mesin CAS mobile 20 feet berkapasitas 3,5 ton, dan 40 feet berkapasitas 7 ton. (HA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *