Pemkab Kudus Belum Serius Atasi Kemiskinan

APBD Kudus Tahun 2020 Capai Rp 1,9 T

KUDUSSATU.com, Kudus–Sekretaris Forum Masyarakat Peduli Kudus Berkeadilan Sosial Hamid prihatin dengan angka kemiskinan di kabupaten Kudus.

Menurutnya angka kemiskinan di Kota Kretek yang mencapai 225.924 tersebut menandakan angka kemiskinan masih sangat tinggi, dari total penduduk Kudus yang berjumlah 831. 303 jiwa (2018).

Hamid mengatakan jika dipersentasikan angka kemiskinan di Kudus dengan jumlah penduduk secara keseluruhan, maka jumlah penduduk miskin di kabupaten itu mencapai 30 persen lebih.

Melihat tingginya angka itu, Hamid mendesak Pemkab setempat serius dalam penanggulangan dan pengurangan angka kemiskinan di kabupaten yang saat ini dipimpin Plt Bupati HM Hartopo.

“Sangat miris melihat angka kemiskinan di Kudus yang mencapai 225.924 jiwa dengan jumlah keseluruhan 831.303. Kami sangat prihatin dengan kondisi tersebut, dari itu Pemkab diharapkan harus mampu dorong anggaran APBD dalam pengentasan kemiskinan,” katanya kepada kudussatu.com.

Ia meminta Pemkab Kudus jangan hanya bergantung dengan APBN, seperti program PKH, Rastra, KUBE dan dana stimulus pemberdayaan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan. Tapi Pemkab harus punya strategi khusus dari melalui program andalannya terkhusus untuk menurunkan angka kemiskinan ini.

“Pemkab harus bertangung jawab penuh dalam membiayai program melalui APBD dan tidak hanya bergantung pada APBN,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan besaran APBD Kudus yang mencapai Rp. 1,9 triliun tersebut, dikelola untuk kegiatan apa saja, sehingga angka kemiskinan di kabupaten itu masih tinggi.

“DPRD juga harus kritis dalam membaca Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan platform Pengalokasian Anggaran Sementara (PPAS) sebelum disahkan menjadi APBD. Termasuk memperhatikan Rencana Kerja Anggaran masing-masing dinas terutama dinas sosial. Dewan jangan hanya memperjuangkan aspirasi saja,” ujarnya.

“Kita berharan Pemkab dan DPRD Kudus agar punya rasa tanggungjawab besar dan semangat tinggi dalam upaya pengetasan kemiskinan di Kota Santri,” pungkasnya.

Perlu diketahui pendapatan daerah pada APBD 2020 Kabupaten Kudus sebesar Rp1,81 triliun, meliputi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp378,7 miliar, dana perimbangan sebesar Rp1,06 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp368,99 miliar.(AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *