Target Pasar Ekspor, Bupati Pati Ajak Anak Muda Tanam Porang

KUDUSSATU.com, Pati–Pemerintah Kabupaten Pati bersama dengan Asosiasi Petani Porang Pati (Asperati) kian gencar memperkenalkan porang kepada masyarakat Bumi Mina Tani.

Hal itu lantaran porang memiliki peluang ekspor yang tinggi. Tak ayal, jika saat ini perhutani Pati tengah menyiapkan 700 hektare lahan untuk pertanian jenis tanaman yang kini sedang primadona tersebut.


“Menanam varietas produksi perkebunan dan pertanian porang ini dalam rangka membantu perhutani melestarikan hutan. Karena (porang) hidup di bawah naungan yang rimbun,” jelas Bupati Pati usai melakukan penanaman porang di Desa Karangsumber Kecamatan Winong, (23/01) siang.

Diharapkan, kira-kira 1,5 tahun mendatang petani porang pati bisa mengekspor hasilnya. Terlebih, Menteri Pertanian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga telah mengawali ekspor perdana porang ke tiongkok belum lama ini.

“Anak muda tidak perlu jauh melancong. Kita bertani saja karena tidak kalah hasilnya dengan merantau. Kami imbau pemuda bisa bergabung dengan asosasi Asperati,” imbuhnya.

Sementara itu Luqman Saiful Hidayat, Ketua Asperati mengatakan, tanaman ini di Luar negeri sebagai makanan pokok. Untuk industri porang juga sebagai lem perekat paling kuat. Kandungan Glukomanan juga kini digunakan pembuatan kapsul.

“Nilai ekonomi juga sangat luar biasa karena permintaan sangat tinggi. Jadi mempengaruhi harga. Kita coba masuk ke Eropa,” jelas Luqman.

Sementara untuk katak (semacam bintil di daun porang –red), dikatakannya bisa panen hingga dua kali. Sehingga itu sangat menguntungkan bagi para petani. Di Kabupaten Pati sendiri telah diusahakan untuk merangkul petani. Nantinya, nilai penjualan akan diambil dengan harga kompetitif.

“Jadi Petani tidak perlu khawatir dengan tanaman ini. Di Pati sudah menyeluruh seperti di Sukokilo, Tambakromo,Gabus, Gembong, Tlogowungu, Dukuhseti, dan Gunungwungkal. Jadi ini merata. Secara luasan kita data ada 300 hektare. Dan itu terus bertambah,” katanya.

Sementara itu Administratur KPH Pati Sukidi mengatakan, pihaknya sudah menyediakan 700 hektare. Yakni di Winong 500 hektare, Pucakwangi 100 hektare, dan Tlogowungu 100 hektare.

“Porang sangat membantu tugas perhutani karena hutan kota terjaga. Jadi tanaman perhutani tidak rusak. Ini suatu bentuk pemanfaatan hutan yang tepat,” tegasnya.

Sumber:wartaphoto.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *