Sam’ani Sebut Haryanto dan Halim Sokong Tamzil-Hartopo Sekitar Rp 40 Miliar di Pilkada 2018

KUDUSSATU.com, Semarang–Sejumlah fakta menarik terkuat dalam persidangan dugaan kasus suap jabatan Bupati Nonaktif HM Tamzil di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/1/2020).

Persidangan yang menghadirkan saksi Sekda Kudus Sam’ani Intakoris mengulik sejumlah persoalan yang selama ini sulit terungkap ke publik. Seperti fee proyek 5 persen yang menjadi bagi Bupati sebelum Tamzil. Bahkan, orang nomor satu di lingkungan Setda Kudus itu berani mengungkap mengenai perjanjian Tamzil-Hartopo dengan bohir atau penyandang saat pilkada 2018 silam.

Dua nama disebut Sam’ani yaitu Nor Halim dan Haryanto. Dua pengusaha itu disinyalir menjadi penyokong dana pasangan Tamzil-Hartopo saat Pilkada 2018 silam.

Bahkan, Sam’ani menyebut kedua bohir politik itu menyokong anggaran hingga puluhan miliar. Dengan rincian, Haryanto yang merupakan pengusaha oto bus menggelontorkan anggaran hingga Rp 30 miliar. Sementara Nor Halim pengusaha konstruksi asal Demak itu menggelontorkan anggaran antara Rp 7-10 Miliar.

Dua nama itu disebutkan Sekda Kudus Sam’ani Intakoris saat bersaksi dalam sidang kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Tamzil di Pengadilan Tipikor Semarang.

“Untuk Pak Haryanto beliau cerita ke saya,” kata Sam’ani di hadapan hakim dikutip dari murianews.com.

Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani juga mengatakan jika ada perjanjian antara Tamzil-Hartopo dengan dua pengusaha itu. Sam’ani mengaku jika ia sempat diperlihatkan surat perjanjian tersebut.

Surat perjanjian itu sendiri berisi jika saat Tamzil dan Hartopo memerintah Kabupaten Kudus, pelaksanaan mutasi dan penganggaran harus sepengetahuan para pihak yang bertandatangan dalam surat tersebut.


“Saya ditunjukkan dan hanya baca sekilas,” ujarnya.

Nama kedua pengusaha tersebut muncul saat Sam’ani Intakoris dimintai keterangan terkait adanya sejumlah uang yang diberikan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo pada Haryanto.

Sam’ani mengatakan jika sebenarnya, ia dimintai tolong oleh Wakil Bupati (Plt Bupati Kudus) HM Hartopo untuk mencarikan utang untuk Haryanto. Yang menurut keterangannya, utang itu akan digunakan untuk pembelian sejumlah ban bus.

Setelah sebelumnya, kata Sam’ani, ia dihubungi untuk datang ke rumah Haryanto guna bertemu wakil bupati dan Haryanto. Dalam pertemuan tersebut, Sam’ani kemudian meminta tolong pada Joko Susilo untuk mencarikan uang.

“Dengan pertimbangan dia (Joko Susilo) banyak relasi,” terangnya.

Hingga saat ini proses persidangan kasus ini masih berlanjut. Rencananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga akan menghadirkan dua nama pengusaha itu di persidangan mendatang.

Sumber:murianews/Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *