10 Permainan Tradisional Seru, Nostalgia Saat Masih Unyuk-unyuk?

KUDUSSATU.com–Adanya gawai dan kecanggihan teknologi, membuat bentuk permainan menjadi lebih bervariasi. Cukup dengan mengunduhnya di aplikasi penyedia game, setiap orang sudah bisa bermain dan terhibur. Beberapa permainan juga bisa dilakukan tanpa ada lawannya.

Dengan kemudahan ini, permainan tradisional jadi kurang diminati karena anak lebih tertarik dengan game di smartphone. Padahal, ada banyak sekali manfaat dari permainan tradisional yang tidak didapat dari gawai. Misalnya, bisa melatih kerja sama atau bersosialisasi dengan anak lain secara langsung.

Kalau kamu sendiri, apa masih ingat dengan permainan tradisional yang pernah kamu mainkan dahulu? Yuk, nostalgia kembali dengan beberapa permainan tradisional yang seru diajarkan kembali pada si kecil ini!

Dakon atau congklak
Apakah kamu masih ingat permainan dengan lubang-lubang kecil yang harus diisi secara memutar dengan biji-bijian atau batu kecil? Biasanya, kita menyebutnya sebagai dakon atau congklak. Hampir seluruh daerah di Indonesia kenal dengan permainan yang harus dilakukan oleh dua orang ini.

Pada awalnya, dakon dibawa oleh pedagang asal Arab yang datang ke Indonesia. Dakon melibatkan strategi, di mana pemainnya harus cerdas mengambil peluang untuk mendapatkan biji terbanyak.

Gobak sodor
Tinggal sedikit anak yang mengenal dan memainkan permainan gobak sodor di zaman sekarang. Permainan ini dapat dimainkan oleh 3-5 orang dan membutuhkan ketangkasan serta strategi yang cepat untuk menerobos daerah milik lawan.

Jika ini diturunkan pada anakmu, ada berbagai manfaat yang bisa dipetik. Antara lain adalah kebersamaan dan kontrol diri. Selain itu, anak juga diajarkan untuk tetap berusaha di tengah kemungkinan terkecil. Kedua tim harus punya strategi untuk menyerang atau bertahan di waktu yang tepat.

Lompat tali
Masih ingat dengan karet gelang yang dirangkai membentuk jalinan bak rantai? Jalinan tersebut dijadikan alat bermain bernama lompat tali. Dengan permainan ini, anak akan melatih ketangkasan, konsentrasi, serta kelincahannya.

Diawali dengan dua orang yang memegang tali, mereka akan menaikkan ketinggian talinya. Mulai dari setinggi perut, dada, telinga, kepala, hingga setinggi tangan yang diangkat di atas kepala. Jika gagal, berarti giliran anak berikutnya. Permainan bermakna semakin lama kehidupan, semakin sulit pula rintangan yang harus dilewati.

Petak umpet

Petak umpet merupakan permainan tradisional yang cukup populer. Ini bisa dimainkan oleh dua orang, namun akan lebih seru jika dimainkan dengan banyak pemain. Diawali dengan satu orang yang jadi penjaga, ia akan menemukan pemain lain yang bersembunyi. Penjaga biasanya akan menutup mata selama waktu yang disepakati, antara 10-100 detik.

Semakin luas tempat atau arena bermainnya, akan semakin menarik pula jalannya. Selagi ditantang menemukan pemain yang bersembunyi, motorik kasar anak anak akan terasah. Di samping itu, kreativitas dan kepekaan anak juga semakin meningkat.

Bola bekel
Kamu hanya perlu menyiapkan bola karet dan empat kecik berbahan logam. Melalui beberapa level yang dimainkan, pemain harus mengambil atau membalik kecik sesuai tingkatannya. Untuk memulainya, lemparkan bola bekel ke atas dan biarkan memantul satu kali. Di saat bersamaan, kamu juga harus mengambil kecik.

Sebelum bola bekel jatuh lagi, kecik sudah harus diambil atau dibalik sesuai tingkatan permainan. Permainan ini biasanya dilakukan oleh perempuan. Jumlah pemain bisa dua orang atau lebih. Bola bekel akan mengasah ketangkasan serta motorik halus pada anak.

Egrang
Biasanya, egrang masih dimainkan dalam peringatan 17 Agustus. Alat permainannya terdiri dari batang bambu dengan ketinggian tertentu, yang telah diberi pijakan kaki dari bambu yang lebih pendek.

Umumnya, ini dimainkan untuk mengetahui siapa yang larinya tercepat saat egrang digunakan. Butuh keseimbangan dan ketangkasan untuk jadi juaranya. Daerah tertentu seperti Yogyakarta, masih terus melestarikan budaya permainan tersebut hingga sekarang.

Ular naga
Ular naga adalah salah satu permainan yang membutuhkan banyak orang .Pada awalnya, dua orang dipilih untuk menjadi terowongan dengan cara menyatukan tangan ke atas. Pemain lain berbaris ke belakang menyerupai ular serta menyanyikan lagu ular naga. Saat lagu sudah berakhir, orang yang masuk terowongan harus mengikuti salah satu pemain.

Pemain yang terbanyak akan menjadi ayam dan induk. Sedangkan yang lebih sedikit, menjadi serigala yang menangkap pemain yang menjadi ayam. Semakin banyak orang yang bermain, semakin seru pula permainan ini.

Cublak-cublak suweng
Untuk menjalankan permainan cublak-cublak suweng, dibutuhkan beberapa orang. Satu pemain harus berjongkok di tanah dan menghadap ke bawah seperti membentuk meja. Kemudian yang lainnya, meletakkan telapak tangan di atas punggung satu pemain tersebut. Butuh satu batu kecil untuk diputar secara bergantian di setiap telapak tangan.

Selagi batu diputar, lagu cublak-cublak suweng akan dinyanyikan. Ketika lagunya berhenti, batu kecil harus dibawa salah satu pemain yang mendapat giliran saat lagu selesai. Orang yang menghadap ke bawah, akan menebak siapa yang membawa batu kecil.

Bentengan
Permainan bentengan dimainkan oleh dua kelompok yang berusaha mempertahankan wilayahnya. Setiap pemain berusaha menyentuh pos atau benteng tempat lawan bersarang.

Permainan ini membutuhkan kreativitas dan ketangkasan karena harus tahu bagaimana membagi peran untuk menjaga pos dan menyentuh benteng lawan. Semakin banyak tawanan yang tertangkap, semakin mudah menembus benteng lawan karena sudah tidak ada yang menjaga.

ABC lima dasar

ABC lima dasar adalah permainan yang mengandalkan pengetahuan dan kecerdasan. Permainan ini dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih. Semakin banyak pemainnya, jalannya semakin seru karena jawabanmu tidak boleh sama dengan pemain lain.

Cara memainkannya, yaitu dengan menyumbangkan jari untuk menentukan huruf terlebih dahulu. Setelah jari terkumpul, mulailah menghitung sesuai abjad sampai jari terakhir. Abjad pada jari terakhir, akan menunjukkan huruf yang akan digunakan untuk bermain.

Setelah itu, pemain harus dengan cepat dan benar menyebutkan satu kata yang menjadi kesepakatan. Pemain yang kalah adalah mereka yang paling terakhir menyebutkan kata yang diminta.

Itu dia permainan tradisional yang seru diajarkan kembali pada si kecil. Mana yang jadi favoritmu?

Sumber: IDNTIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *