Manfaatkan Bahan Lokal, SiomayKoe Dong Pakis Sajikan Citarasa Berbeda

Kudus, KUDUSSATU.com–Usaha kuliner mengalami perkembangan yang cukup pesat di kota kretek. Ada puluhan hingga ratusan pelaku usaha di bidang olahan makanan. Tak heran, mereka berlomba-lomba untuk menawarkan produknya kepada konsumen.

Salah satu jenis olahan yang lagi booming dan digemari konsumen yaitu “SiomayKoe Dong Pakis”. Yaitu sebuah olahan makanan yang memanfaatkan bahan utama ikan. Agak berbeda dengan siomay yang lain, SiomayKoe Dong Pakis memiliki citarasa yang berbeda. Makanan ini menggunakan bahan baku godong atau daun pakis. Daun ini bisa dijumpai di daerah sekitar lereng muria.

“Kami ingin menawarkan menu siomay yang berbeda. Yaitu dengan memanfaatkan bahan lokal berupa daun pakis. Ini yang membedakan dengan yang lain,” kata Deby Nugraini, pemilik SiomayKoe Dong Pakis saat diwawancarai kudussatu.com.

Lebih lanjut, kata Deby, siomay miliknya memang berbeda dengan yang lain. Tidak hanya memanfaatkan bahan lokal seperti daun pakis, namun sebagai siomay sehat sehingga aman dikonsumsi bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, diet dan hipertensi.

“Tak hanya itu, siomay kami juga tidak menggunakan penyedap rasa seperti micin dll. Kami juga ingin menyampaikan kampanye makanan sehat,” ujar Deby.
Usaha SiomayKoe Dong Pakis yang dirintis oleh Deby Nugraini sejak 2017 lalu tetap eksis ditengah maraknya usaha sejenis. Deby memiliki dua outlet yaitu di Gondang manis dan Rendeng.

“Untuk sehari rata-rata penghasilan yang diperoleh di satu outlet antara Rp 1-2 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Deby, pihaknya juga sering mendapat orderan dari berbagai instansi swasta maupun pemerintah. Menurutnya, jika hanya mengandalkan penjualan dari outlet saja sangat berat.

“Sebenarnya ada tiga outlet, namun karena kesulitan mencari tenaga kerja dan mahalnya sewa tempat akhirnya terpaksa menutup salah satu. Karena diitung-itung nggak masuk,” bebernya.

Akibatnya, pihaknya kini lebih suka menjalin kerjasama dalam bentuk kemitraan. Pihaknya hanya menyediakan bumbu dan racikan siomay.

“Untuk tenaga kerja dan tempat jualan diserahkan kepada mitra,” sebutnya.

“Alhamdulillah saat ini memiliki mitra seperti di Surabaya dan Medan. Justru mitra yang dari Kudus masih proses penjajakan,” imbuhnya.

Deby mengaku mengawali usaha siomay usai bermain ke Jogja beberapa tahun silam. Ia yang resign dari sebuah perusahaan swasta itu memiliki inisiatif bersama suami untuk memulai sebuah usaha kuliner.

“Kebetulan salah satu teman suami menjadi manajer sebuah usaha kuliner siomay di sana. Nah, dari situ mendapat ilmu dan bimbingan untuk menerjuni usaha kuliner ini,”tukasnya.


Dukungan Dinas
Deby mengaku bersyukur karena banyak mendapat support atau dukungan dari Pemkab Kudus. Khususnya dari Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus.

“Kami bersyukur selama ini banyak difasilitasi. Seperti pendampingan, pelatihan hingga ikut pameran. Kami juga sering mendapat orderan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Kudus,” jelasnya.

Deby menambahkan jika pihaknya sering diajak berpartisipasi untuk mengikuti pelatihan seperti pengelolaan keuangan, Manajeman, packing, marketing, marketing digital dll.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo melalui Kepala Seksi Promosi UKM Mahmudah menyatakan Pemkab Kudus terus mengupayakan agar UKM tumbuh dan berkembang. Salah satunya SiomayKoe Dong Pakis yang merupakan salah satu UKM binaannya.

“Kami melihat Bu Deby salah satu pelaku UKM di Kudus yang gigih dan komitmen,” jelasnya.

“Semoga bisa berkembang dan maju sehingga bisa menjadi contoh bagi yang lain,” pintanya.

Pemkab Kudus melalui program Wirausaha TOP menyiapkan pelatihan bagi wirausaha baru. Dalam setahun ditargetkan melahirkan 500 wirausaha baru di Kudus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *