Dorong Olahan Labu Jipang Jadi Ikon Kuliner di Kudus

Kudus, KUDUSSATU.com–LABU jipang di sebagian kalangan masyarakat hanya dikenal sebagai sayuran atau lalapan yang harganya relatif murah. Namun di tangan Rubiyanti Kusuma (40), warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae Kudus, sayuran tersebut bisa diolah menjadi berbagai olahan makanan dan minuman yang enak dan bergizi.

Bahkan, produk yang ia ciptakan yang awalnya untuk kebutuhan rumah tangga kini sudah dijual berbagai objek wisata yang tersebar lokal Kudus.

’’Awalnya saya hanya merasa prihatin melihat anak yang paling kecil tidak suka makan sayur.Padahal, itu cukup penting untuk mencukupi gizi yang seimbang. Dari situlah tercetus ide untuk mengelola sayuran labu jipang ini menjadi kuliner atau kudapan yang enak dan bergizi,” papar pemilik label makanan Juragan Jipang ini.

Inovasi menu pertama adalah manisan, dan pertama kali pula disuguhkan pada tamu – tamu ketika ada kegiatan. Dari situ pula, masyarakat mulai tertarik dan memesan manisan tersebut.

”Sampai saat ini sudah ada empat inovasi menu makanan dan kudapan yang berbahan dasar dari labu jipang. Di antaranya, manisan, sirup, selai, serta menu andalan yang sudah banyak dijajakan adalah empek-empek,” ungkapnya.

Bahkan, ia mengaku kewalahan dalam menghadapi pesanan yang kini kian menanjak, sementara karyawannya hanya beberapa orang saja.
”Ya, saya maksimalkan SDM yang ada, sebab yang terpenting konsumen jangan sampai kecewa,” jelasnya.

Ia berharap, makanan berbahan baku labu jipang ini bisa menjadi ikon baru kuliner dan minuman di Kudus. Hal itu juga sekaligus memperkaya potensi yang dimiliki Kabupaten Kudus.

”Jika Dieng saja memiliki carica sebagai andalannya, kenapa tidak Kudus memiliki juga jipang,” ungkapnya.

Meski diproduksi di lokal Kudus akan tetapi tampaknya makanan olahan berbahan labu jipang ini tampaknya sudah dipasarkan di berbagai kota selain Kudus, yakni hingga luar Jawa, seperti Sumatra, serta beberapa kota di Jawa Tengah.

‘’Bahkan baru – baru ini dilirik investor dari Malaysia, hanya saja kami masih memprioritaskan permintaan lokal terlebih dulu,” tandasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo menyatakan, akan terus mendorong agar UKM semakin eksis dan berkembang. Tidak hanya menjangkau pasar lokal, tapi juga bisa merambah pasar naisonaln dan internasional.

“Kami sangat mendukung agar UKM di Kudus mampu bersaing hingga level internasional. Termasuk olahan labu jipang,” ujarnya.

Saat ini Pemkab Kudus memiliki program pelatihan wirausaha. Setiap tahunnya ditargetkan sebanyak 500 wirausaha baru akan lahir melalui program ini. Tidak hanya mendapatkan pelatihan, mereka juga diberikan bantuan stimulan untuk modal usaha.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *