Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta di Kudus Hanya Rp 300 Ribu, Ketua Komisi D: Tahun Depan InsyaAlloh Dinaikkan


Kudus, KUDUSSATU.com–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kudus bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Kudus menggelar rapat bersama, Jumat (8/11/2019). Rapat itu untuk membahas keluhan tunjangan kesejahteraan guru swasta yang ada di Kudus.

Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, memang dari hasil audiensi dengan guru swasta pada Kamis (7/11/2019) kemarin besaran tunjangan guru swasta berbeda-beda. Yakni berdasarkan jumlah siswa, jumlah jam mengajar, dan masa bakti.

“Memang dari hasil audiensi kemarin muncul angka Rp 100 ribu. Itu tunjangan terendah yang dibagikan. Padahal sebelumnya seharusnya mendapatkan tunjangan sebesar Rp 1 juta,” ungkapnya, Jum’at (8/11/2019).

Politisi PKB itu mengatakan, dari hasil rapat itu semula Rp 100 ribu itu kemudian diubah menjadi besaran tunjangan terendah menjadi Rp 300 ribu. Jumlah besaran tunjangan tersebut pun sudah disepakati dengan para penerima tunjangan kesejahteraan guru.

“Semula Rp 100 ribu besaran tunjangan kesejahteraan. Kemudian dibuah menjadi Rp 300 ribu. Artinya jangan sampai ketentuan hibah menjadi belanja langsung turun tunjangannya sangat dratis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil rapat tersebut nantinya kan dibawa ke rapat Badan Anggaran (Banggar). Dari rapat Banggar itu nantinya akan ditentukan besaran tunjangan kesejahteraan guru swasta di Kudus.

“Finalnya rapat Banggar. Mudah-mudahan di Banggar sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Mukhasiron berjanji ke depan besaran tunjangan kesejahteraan guru swasta akan dinaikan secara bertahap.


“Tahun depan akan kita upayakan untuk mengalami kenaikan,” ungkapnya.(DU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *