“Diobok-obok”, Tiga Pimpinan KPK Serahkan Tanggungjawab Pengelolaan KPK Ke Presiden

KUDUSSATU.com–Istilah Jumat Keramat identik dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Istilah ini kerap mencuat karena komisi antirasuah itu membuat keputusan mengejutkan pada hari Jumat, biasanya berupa penahanan terhadap seseorang yang terjerat kasus korupsi.

Kini, tanggal 13 September 2019 ini, istilah Jumat Keramat yang penuh kejutan pun kembali terjadi di tubuh KPK.

Namun, kali ini berbeda.

Tiga dari lima pimpinan KPK, Ketua Agus Rahardjo bersama Wakil Ketua La Ode M Syarif dan Saut Situmorang, tampil serentak memberikan pengumuman penting.

Mereka menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pemicunya tak lain adalah revisi Undang-Undang tentang KPK, yang telah mendapat dukungan dari Presiden Jokowi.

Pernyataan pengembalian tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Jokowi, disampaikan secara tegas oleh Agus Rahardjo bersama La Ode dan Saut Situmorang.

Dalam pernyataanya, Agus menyatakan pihaknya prihatin dengan kondisi pemberatasan korupsi yang saat ini ia anggap mencemaskan.

Menurut Agus, saat ini KPK dikepung dari berbagai sisi.

Pimpinan KPK, lanjut Agus, prihatin dengan revisi UU KPK.

Agus mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apa isi dari RUU KPK tersebut.

“Sampai saat hari ini, kami draf yang sebetulnya saja tidak mengetahui,” kata Agus dalam siaran live di akun Twitter KPK, Jumat (13/9/2019).

Agus melanjutkan, pimpinan KPK juga merasa Revisi UU KPK dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Saya juga mendengar rumor, dalam waktu cepat akan segera diketok. Ini kita bertanya-tanya sebetulnya kegentingan apa sehingga harus buru-buru disahkan,” ujar Agus.

Lebih jauh, Agus mengaku sudah bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Pertemuan itu cuma berujung angka nol.

Kepada Agus, Menteri Yasonna mengaku juga tak mendapatkan draf RUU KPK.

Saat itu, Yasonna menyatakan KPK bakal diundang dalam pembahasan.

Tetapi, berdasarkan pemberitaan Kompas hari ini disebutkan pembahasan RUU KPK tak lagi memerlukan konsultasi termasuk dengan KPK.

“Mungkin ini apa memang betul ini mau melemahkan KPK,” ujar dia.

Setelah mempertimbangkan hal-hal itu, pimpinan KPK menyatakan menyerahkan pengelolaan KPK ke Presiden.

“Dengan berat hati ini Jumat 13 September kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK ke bapak Presiden. Kami menunggu perintah apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai Desember. Kami menunggu perintah itu, mudah-mudahan kami diajak bicara Presiden,” ujar dia.

Dalam video yang diunggah KPK di akun resminya, unsur pimpinan yang hadir tiga orang yakni Saut Situmorang, Agus Rahadjo dan Laode M Syarif.

Dua komisioner lain, Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata tidak terlihat.

Adapun Alexander Marwata kembali terpilih jadi Komisioner KPK periode 2019-2023, yang diettapkan Komisi III DPR RI pada Jumat (13/9/2019) dini hari.

Saat konferensi pers, Saut Situmorang menegaskan bahwa kehadirannya dalam konpers tersebut bukan berarti dia kembali ke KPK.

“Saya hari ini bukan kembali ya (ke KPK), saya berkunjung, oke? Clear ya,” ujar Saut.

Ketika ditanya lebih lanjut oleh awak media, Saut terlihat enggan menjawab. Ia kemudian masuk ke dalam gedung. Hal itu seakan mengonfirmasi bahwa Saut memang telah mundur dari lembaga antirasuah tersebut.

Sebelumnya Saut menyampaikan pesan pengunduran dirinya sebagai Pimpinan KPK periode 2015-2019, Jumat (13/9/2019).

Pernyataan itu disampaikan Saut Situmorang lewat surat elektronik ke jajaran pegawai KPK.

Penasihat KPK Tsani Annafari membenarkan adanya surat elektronik itu.

“Ada email itu. Tapi tanya beliau saja,” kata Tsani saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019).

Dalam surat itu, Saut mengatakan pengunduran dirinya sebagai pimpinan KPK berlaku terhitung sejak Senin (16/9/2019).

Dalam surat elektronik itu, Saut meminta maaf dan berterima kasih kepada sesama koleganya yaitu Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Laode M Syarif.

Ia juga meminta maaf dan berterima kasih kepada seluruh jajaran KPK.

“Setelah hampir 4 tahun kurang beberapa bulan kita bersama-sama, saya tahu beberapa diantara teman-teman pasti pernah sebel bingit sama saya karena style saya. Saya mohon maaf karena dlm banyak hal memang kita harus bisa membedakan antara cemen dengan penegakan 9 nilai KPK yg kita miliki (Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani dan Adil) yang kita tanamkan dan ajarkan selama ini,” demikian bunyi surat elektronik Saut itu.

Ia berharap seluruh jajaran KPK bisa memegang nilai-nilai itu dengan baik.

Dalam surat elektronik itu, Saut juga berpesan kepada sejumlah pegawai KPK.

Yaitu, Saut menitipkan ID card, dokumen asuransinya hingga menghapus alamat surat elektroniknya.

“Buat mas Yudi (ketua WP tetaplah Konsisten bro antum masih komandan). Kunci Sepeda yg saya sumbangkan untuk Doa dan Momentos/Harapan kita agar siapa pelaku kejahatan atas Novel bisa ditemukan, saya titipkan di Mbak Arien (with thanks),” tulis Saut.

Ia juga berterima kasih kepada pihak protokoler KPK yang telah menata jadwal kegiatannya selaku Pimpinan KPK selama ini.

“Terima kasih. Kapan kapan kita pasti ketemu lagi. Trims juga untuk semua staf ACLC, mbak Dinov Lae Sinaga, Tim PJKAKI, Dikyanmas Mas Giri dll yg tdk bisa saya sebut satu persatu. Pasti teman teman jadi bagian yag paling manis dlm sejarah hidup saya.Termausuk tim Biro Hukum,” kata Saut.

Ia juga meminta seluruh koordinator wilayah KPK untuk terus bersemangat bekerja menjaga Indonesia dari kejahatan korupsi.

“Kita hadir untuk menjaga orang orang baik agar tetap baik, semangatlah meningkatkan intervensi kita pada www.korsupgah. kpk.go.id dan Lakukan terus Inovasi termasuk tim Korsupdak dgn komandan mas Setyo (bantu terus Koodinasi supervise kasus kasus mangkrak didaerah krn rakyat lokal membutuhkan itu selesai),” tulis Saut.

“Secara khusus pula saya sampaikan semua Teman teman yang setiap Jumat melakukan Oikumene di ruang Konprensi Pres tetaplah memegang 9 Nilai dan RI-KPK kita sampai kapanpun, ingat ingat pesan beberapa pendeta yang pernah kita undang ke KPK sebagai pegangan.

Terima kasih buat semua, maaf kalau saya belum bisa ikut aktif Melayani, hanya sebagai Jemaat saja.

Tuhan Yesus Memberkati kita semua sampai kapanpun,” tambah Saut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *