Diperiksa Sebagai Saksi di KPK, Ini Klarifikasi Direktur RSUD Kudus

Kudus, KUDUSSATU.com--Tiga pejabat dilingkungan Pemkab Kudus diperiksa KPK sebagai saksi atas kasus dugaan jual-beli jabatan Bupati nonaktifkan HM Tamzil. Mereka adalah direktur RSUD Kudus Dr Aziz Achyar, Sekdin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kasmudi dan PLT Kepala Disdukcapil Eko Hari Djatmiko.

Sementara itu, ada satu bukan pejabat atau dari swasta yaitu direktur Radar Kudus Baehaqi ikut dipanggil KPK sebagai saksi, Senin (2/9/2019).

“Saya dipanggil sebagai saksi di KPK, karena kebetulan sekitar pukul 08.00, Jum’at (27/7/2019) beberapa jam sebelum OTT dipanggil Bupati Kudus HM Tamzil melalui ajudannya Uka,” kata Direktur RSUD Kudus Aziz Achyar, kepada kudussatu.com.

Ia mengatakan, pihaknya dimintai keterangan dengan kapasitasnya sebagai saksi oleh penyidik KPK selama kurang lebih satu jam (Pukul 11.00-12.00).

“Saya menjelaskan ke penyidik (KPK), bahwa kepentingan ketemu bupati saat itu membahas soal perparkiran rumah sakit. Tidak ada pembicaraan lain,” ujarnya.

“Saya ingin menegaskan dan meluruskan pemberitaan bahwa dipanggil KPK hanya sebatas sebagai saksi. Jangan sampai publik salah persepsi, seolah-olah pemberitaan bahwa saya diperiksa KPK sementara yang lain tidak dikupas oleh media ini. Tolong ini perlu diluruskan dan diperjelas sehingga tidak timbul fitnah yang mengarah pembunuhan karakter ke saya,” imbuhnya.

Ia membandingkan pemberitaan media lain yang tidak langsung membuat judul direktur RSUD Kudus. Ia berharap media ini tidak tendensius dalam membuat pemberitaan.

“Jangan seolah hanya saya saja yang diperiksa oleh KPK, harusnya yang lain juga dong diberitakan,” pintanya kepada kudussatu.com. (AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *