Usai Ikuti Sosialisasi Pengalihan Dana Bergulir LPDB KUMKM, Koperasi Kudus Lebih Kuat

Direktur Keuangan LPDB KUMKM, Ahmad Nizar saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Pengalihan Dana Bergulir LPDB KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di Hotel Griptha, Selasa (27/8/2019). (CN/K1)

KUDUS, KUDUSSATU.com – Sosialisasi Pengalihan Dana Bergulir yang digelar Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di Hotel Griptha, Selasa (27/8/2019) diharapkan mampu membuat keberadaan koperasi, khususnya di Kabupaten Kudus menjadi semakin kuat.

Kegiatan terkait dengan koordinasi penyaluran dana bergulir untuk penguatan koperasi itu diikuti perwakilan kopersi dan pelaku UMKM di tujuh kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Kudus, Blora, Demak, Grobogan, Jepara, Pati, dan Rembang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, dari Direktur keuangan LPDB Ahmad Nizar, perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Jawa Tengah Sondi Purwoko, Kepala Disnaker, Perinkop, dan UKM Kabupaten Kudus Bambang Tri Wahyu.

BUKA ACARA: Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo saat membuka acara Sosialisasi Pengalihan Dana Bergulir yang digelar LPDB KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di Hotel Griptha, Selasa (27/8/2019). (CN/K1)

Direktur Keuangan LPDB KUMKM, Ahmad Nizar mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait pengalihan dana-dana yang pada tahun 2000 hingga 2007 pernah digulirkan oleh kementerian koperasi untuk disalurkan pada koperasi yang lain.

“Salah satunya ada di Provinsi Jawa Tengah, sebesar Rp 332,6 milyar. Mulai 2008 kementerian lembaga itu tidak boleh lagi menyalurkan dana bergulir, dan harus melalui Badan Layanan Umum (BLU),” katanya.

Nizar menegaskan bahwa dana-dana yang telah digulirkan kementerian pada tahun 2000-2007 itu harus dikembalikan pada BLU dan dana tersebut akan digulirkan kembali pada koperasi-koperasi  yang lain.

“Jadi kegiatan kali ini lebih pada pengalihan dana-dana tadi,” jelasnya.

Sedangkan pinjaman pengalihan dana bergulir yang disalurkan pada tujuh kabupaten di Provinsi Jawa Tengah tersebut berdasarkan nilai realisasi bersih (NRB) mencapai hingga Rp 62,6 milyar. Dan dana yang telah dialihkan ke rekening LPDB-KUMKM sebesar Rp 18.207.619.112 sampai dengan tanggal 16 Agustus 2019.

“Mudah-mudahan harapan kita dengan menjalankan program pemerintah ini perkembangan koperasi juga semakin bagus karena adanya faktor penguatan permodalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut. Setidaknya keberadaan koperasi di Kudus menjadi lebih kuat karena ditopang permodalan yang cukup dari LPDB KUMKM tersebut.

“Terlebih sekarang sudah ada lembaga yang sudah menangani dana bergulir bagi koperasi yang memperkuat permodalan koperasi. Harapannya, dunia perkoperasian khususnya di Kabupaten Kudus menjadi lebih bagus lagi,” ujarnya.

“Kopersi di Kudus yang mengikuti kegiatan ini sebanyak enam perwakilan koperasi yang dulunya pada tahun 2000-2007 mendapatkan dana bergulir dari kementerian koperasi. Sehingga enam ini menjadi peserta,” sebut Bambang disela-sela acara tersebut.

Bambang mengaku selama ini pihaknya terus memfasilitasi dan mendorong koperasi di Kudus. Sehingga penguatan ekonomi masyarakat khususnya para pelaku UMKM di Kudus bisa naik kelas di 2020.

“Kami juga melakukan pemberdayaan koperasi termasuk melalui sebagian dana cukai. Sehingga setiap tahun kami mendorong agar koperasi di Kudus lebih bagus lagi. Saat ini koperasi Kudus sendiri sudah ada yang punya OVOP (one village one product),” paparnya.

Bambang berharap dengan adanya kegiatan LPDB KUMKM tersebut dapat memberi semangat baru bagi dunia perkoperasian khususnya di Kabupaten Kudus. Terlebih dengan adanya penguatan modal dari LPDB KUMKM dapat memperkuat koperasi dalam bersaing dan memajukan UMKM (Adv/K1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *