Komitmen Kembangkan UKM di Kudus, Hartopo Paparkan Filosofi Gusjigang Sunan Kudus

Semarang, KUDUSSATU.com– Pelaksana Tugas Bupati Kudus HM. Hartopo berkomitmen untuk mengembangkan usaha kecil menengah (UKM) dengan program menambah 500 wirausahawan baru per tahunnya.

Hal ini disampaikan Hartopo di acara Idola Gathering dengan tema “Gusjigang dan Optimisme Dunia Usaha di Kudus” yang diselenggarakan Radio Idola di The Hotel Azana, Rabu (28/8/2019) pagi.

Di kesempatan itu, Hartopo juga sempat menjelaskan mengenai makna Gusjigang dari Sunan Kudus yang sudah mengakar di masyarakat sejak dulu.

“Gusjigang memiliki arti bagus akhlak, pinter ngaji dan berdagang yang menjadi fondasi pedagang dalam menjalankan usaha dan berinovasi,” kata Hartopo.

Selanjutnya, Hartopo menyebutkan keberpihakan terhadap UKM Pemkab Kudus dibuktikan dengan memfasilitasi pelaku UKM. Termasuk program 500 wirausahawan per tahun.

“Program tersebut direalisasikan ke dalam pelatihan manajerial dan pemasaran untuk calon pelaku usaha maupun pelaku usaha baru. Setelah itu, para peserta pelatihan diberikan modal berupa barang seharga 10 juta rupiah per orang untuk membuka dan mengembangkan usaha,” ungkapnya.

“Saya juga pernah merintis dari bawah menjadi seorang wirausahawan, sehingga saya paham bagaimana kerja keras para pelaku usaha mengembangkan bisnisnya. Kabupaten Kudus telah memiliki berbagai UKM dan kami akan terus mendukungnya. Gusjigang menjadi nafas bagi pemerintah kabupaten Kudus dan masyarakat dalam menjalankan usaha,” imbuhnya.

Senada dengan H.M. Hartopo, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Bambang Tri Waluyo menyampaikan pihaknya terus mengupayakan implementasi program 500 wirausahawan baru melalui BLK (Balai Latihan Kerja).


“Berbagai pelatihan mulai dari produksi, pemasaran, hingga manajerial diselenggarakan oleh BLK. Bahkan, dinas juga membuka kelas bagi para pekerja perusahaan rokok untuk mengikuti kelas BLK agar dapat membuka usaha setelah pensiun. Bagi para pelajar SMK, dinas juga telah menyediakan pelatihan sebagai bekal mereka ketika sudah lulus,” paparnya.

Tidak hanya pelatihan, Bambang menyampaikan dinas akan mendampingi peserta sampai pada tingkat pemasaran. Salah satu cara bentuk pendampingan pemasaran dengan bentuk kemitraan.

“Kami menggandeng Mubarokfood yang memiliki Museum Jenang dan Gusjigang agar para pelaku usaha baru dapat menitipkan dan memasarkan produknya ke sana. Tentu saja dengan beberapa tahap verifikasi dari kami,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Mubarokfood, M.Hilmy menyampaikan ikut mendukung program pemerintah dalam mengembangkan usaha kecil menengah masyarakat Kudus. Kunci kesuksesannya juga tak jauh dari nafas Gusjigang yang telah mengakar generasi ke generasi. Pemilik museum jenang tersebut menyampaikan kiat suksesnya adalah menjalin silaturrahmi yang baik dengan teman.

“Hal sederhana tersebut dapat membantu pemasaran usaha miliknya. Jenang Mubarok yang sekarang telah mendunia adalah hasil dari kerja keras, SDM yang baik, serta pemasaran yang mulanya dari pertemanan,” terangnya.

“Agama mengajarkan kita untuk bersilaturrahmi dan menjaga amanah. Menurut saya, pemasaran itu dapat sukses apabila ada kepercayaan dan kedekatan emosional dengan mitra. Oleh karena itu, jalinan pertemanan sangat penting menunjang pemasaran usaha,” imbuh pengusaha lulusan pondok pesantren Gontor tersebut.

Ekonom UNDIP Prof. Dr. FX. Sugiyanto melihat Kudus memiliki sisi spiritual dan kultural yang kuat. Sejarah Sunan Kudus dengan Gusjigang-nya mampu menumbuhkan perekonomian yang memang selalu dinamis tanpa meninggalkan ‘ngaji’ atau beribadah.Masyarakat Kudus, lanjut FX Sugiyarto dinilai sangat baik beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan tradisi maupun syariat agama. Filosofi Gusjigang, menurutnya, justru memperkokoh Kudus dalam mengembangkan perindustrian. Perhatiannya dengan filosofi Gusjigang juga ia tuangkan dalam bentuk disertasi.

“Kami melihat perekonomian di Kudus berkembang dengan baik tanpa meninggalkan tradisi. Buktinya, soto sapi susah ditemui di Kudus karena sejarah mencatat Sunan Kudus menyebarkan agama Islam di Kudus yang mayoritas pemeluk Hindu dengan damai. Selain itu, para pelaku usaha juga peduli dengan masyarakat dibuktikan dengan kerjasama perusahaan mengembangkan SMK. Sangat luar biasa, itu merupakan kolaborasi apik pemerintah, pengusaha dan masyarakat,” pungkasnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *