KPK Perpanjang Penahanan Bupati Kudus Non Aktif Tamzil

Jakarta, KUDUSSATU.com–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap Bupati Kudus non aktif HM.Tamzil yang sebelumnya ditetapkan tersangka dugaan suap jual beli jabatan pratama di lingkungan Pemkab Kudus pada akhir Juli 2019 lalu.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, M. Tamzil bersama dua tersangka lain yakni, Agus Soeranto (staf khusus Bupati) dan Plt Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Akhmad Sofyan akan ditahan 40 hari kedepan.

“Dilakukan perpanjangan penahanan untuk tiga orang tersangka selama 40 hari dimulai 16 Agustus sampai 24 September 2019,” ujar Febri, Rabu (14/8) di Jakarta dikutip Antara.

Sebelumnya M. Tamzil bersama dua orang lainnya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Kabupaten Kudus pada Jum’at (26/7). Keesokkan harinya Sabtu (27/7), ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus.

Dalam OTT KPK tersebut diduga M. Tamzil meminta Agus Soeranto guna mencarikan uang Rp 250 juta guna membayar mobil Nissa Terrano milik M. Tamzil. Dana tersebut diduga diberikan oleh Akhmad Sofyan untuk mendapatkan posisi jabatan pratama di lingkungan Pemkab Kudus.

Pasalnya diketahui, memang di Kabupaten Kudus saat ini beberapa jabatan pratama Kepala di sejumlah Dinas di Kabupaten Kudus tengah kosong.

Namun, dalam keterangan M. Tamzil saat memasuki gedung KPK pada (27/7), dia menyebut tidak tahu menahu terkait kasus yang menimpanya saat ini.


Diketahui, M. Tamzil sebelumnya juga menjabat sebagai Bupati Kudus periode 2003-2008 lalu. Saat menjabat, dia terkena kasus dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Kudus TA 2004.


Dia divonis hukuman 1 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan dan menjalani masa hukuman di Lapas Kedungpane, Semarang hingga bebaa bersyarat pada bulan Desember 2015.


Usai keluar, M. Tamzil lantas kembali terpilih sebagai Bupati Kabupaten Kudus untuk periode 2018-2023. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *