Gagas UMKM Center, Pemkab Kudus Gandeng Dekranasda

Kudus, KUDUSSATU.com–Pemkab Kudus serius untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya dengan menggagas UKM Center, sebagai wadah para pelaku UKM di kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kudus Bambang TW mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan agar usaha kecil menengah bisa eksis dan berkembang.

“UKM selama ini sudah cukup terbukti mampu bertahan di tengah krisis seperti tahun 98 silam,” kata Bambang.

Dilanjutkan Bambang, UKM Center akan didesain menjadi tiga kegiatan utama. Yaitu pendirian klinik usaha, forum edukatif UMKM dan pembiayaan mikro.

“Untuk langkah awal, kita akan mencoba memanfaatkan dewan kerajinan nasional daerah (dekranasda) sebagai UMKM Center Kudus. Tujuan dan fungsinya hampir sama,” ujarnya.

Pelaku UMKM di Kudus mendapat pelatihan marketing online oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah awal Agustus di Hotel @Hom.

Di UMKM Center, lanjut Bambang, memiliki enam kegiatan yang pokok. Di antaranya sebagai pusat informasi bisnis, pelatihan dan konsultasi, fasilitas permodalan, pusat promosi galeri pameran, dan kontes kreatif.


“UMKM Center dapat menjadi wadah yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Dari proses produksi, jaminan mutu produk hingga pemasaran,” jelas Bambang.

“Sebagai rencana awal kita akan buat galeri di gedung Dekranasda, eks kantor kecamatan kota. Kita sudah proses penganggaran di 2020,” imbuhnya.

Bambang menyebutkan, saat ini ada 11 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan UMKM unggulan di Kabupaten Kudus, mulai dari Jenang Kudus, Bordir, produksi pandai besi, Sangkar Burung, Batik Kudus, Tas, Konveksi pakaian, asesoris, busana muslim, kopi muria,boneka.

“Untuk jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus, yang merupakan potensi unggulan dan sudah mengantongi sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) hingga kini mencapai 887 pelaku usaha” ungkapnya.

“Sementara UMKM yang bertajuk Industri, Koperasi, dan rumahan diperkirakan mencapai 12.000 UMKM yang tersebar di sembilan kecamatan,”imbuhnya.


Sementara itu Plt Bupati Kudus HM. Hartopo mengungkapkan, semangat pengembangan UKM ini harus menjadi perhatian bersama, sehingga upaya untuk mengembangan UKM bisa terealisasi. Karena itu, pihaknya mendorong kepada Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM agar terus memperhatikan dan mengembangkan potensi para pelaku usaha di dalamnya.

“Saya harap tahun 2020 usaha yang kecil bisa naik kelas jadi menengah dan seterusnya,” harapnya.

Terkait UMKM Center, Hartopo menambahkan, inovasi dan terobosan dibutuhkan di tengah persaingan global. Keberadaan UMKM Center, menurutnya sangat penting sebagai wadah bersama bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan kreativitas.

“Kami ingin produk UMKM tidak hanya dikenal di pasar domestik, namun mampu bersaing di pasar mancanegara,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *