Cegah Korupsi, Hartopo Siap Fasilitasi Sekretariat Khusus untuk Supervisi dan Pencegahan Korupsi

Kudus, KUDUSSATU.com–Operasi tangkap tangan (KPK) terhadap Bupati Kudus non aktif HM Tamzil dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kudus beberapa waktu lalu, menjadi “pukulan” serius terhadap birokrasi di lingkungan Pemkab Kudus.

Pelaksana Tugas(Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, akan mengupayakan pencegahan korupsi di Kudus melalui koordinasi supervisi dan pencegahan korupsi (Korsupgah). Sebagaimana instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Kasus OTT KPK bisa menjadi pembelajaran kita semua untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, artinya apa yang kita lakukan harus sesuai aturan dan regulasi yang ada,” ucapnya saat memimpin rapat monitoring Korsupgah oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah di Gedung Setda lt.4, Rabu, (7/8) kemarin dikutip dari Dinas Kominfo Kudus.

Hartopo menyebutkan, bahwa sudah waktunya untuk memberantas tindak pidana korupsi yang sistematik dan mengakar. Terlebih citra Kabupaten Kudus agar bebas korupsi.

Karena itu, Hartopo meminta kepada OPD di lingkungan pemerintah daerah agar bekerja sesuai tupoksi (tugas pokok dan Ffngsi) masing-masing, sehingga tidak terjadi ketimpangan.

“Saya mengimbau mulai hari ini dimulai sikap yang akuntabel, transparan, terbuka, tidak usah ada ‘man over’. Program yang dilakukan secara bersama-sama dan terpadu,” ujarnya.

Nantinya, Korsupgah akan disediakan sekretariat khusus oleh Pemkab.

”Rencananya kita harus menyediakan ruangan atau sekretariat untuk Korsupgah. Jika suatu saat ada personel dari KPK kesini sudah ada tempat. Gunanya untuk pengawasan atau supervisi,”tukasnya.(AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *