RSUD Kudus “Menjerit”, Piutang dari BPJS Capai Rp 27 M

Kudus, KUDUSSATU.com– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kudus menjerit lantaran klaim layanan kesehatan senilai Rp 27 miliar masih menggantung di BPJS Kesehatan.Besarnya klaim yang masih menggantung itu membuat RSUD Kudus menjerit.

“Nilai klaim itu sudah kami ajukan ke BPJS hanya saja statusnya pending dan belum dibayarkan,” kata Direktur RSUD Kudus dr Aziz Achyar, M.Kes, Jum’at (2/8/2019).

Aziz Mangatakan, rumah sakit menginginkan perputaran sehat keuangan untuk membiayai operasional. Pihaknya menilai, klaim yang menggantung sebesar itu mengancam keseluruhan layanan rumah sakit bila tidak juga ada jalan keluar.

“Klaim BPJS untuk tiga bulan yaitu Mei, Juni dan Juli,” ungkap Aziz.Kendati besarnya tunggakan klaim yang belum dibayar BPJS, Azizi memastikan, RSUD beserta para dokter masih berkomitmen memberi layanan maksimal bagi masyarakat, sekaligus pihaknya sudah menggunakan dana-dana cadangan untuk membiayai layanan rumah sakit.

“Kami berupaya untuk tidak membiarkan ada gangguan khususnya pada layanan medis dan kesehatan bagi pasien dan masyarakat pada umumnya,” terangnya.

“Kita punya dua opsi, yakni menurunkan tempo pelayanan dengan menutup pelayanan tertentu yang tidak dijangkau BPJS, atau opsi lain, yakni kami layani dengan baik dengan keterlambatan tertentu. Kami pilih opsi dua, kami komitmen niat baik untuk tetap melayani,” pungkas Aziz.(AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *