Dorong Kemajuan Koperasi, Pemkab Kudus Gelar Pelatihan Manajamen Keuangan Bagi Pengurus KSP

Kudus, KUDUSSATU.com–Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM Kabupaten Kudus melaksanakan pelatihan manajemen keuangan koperasi.

Sekitar 30 perwakilan pengurus koperasi simpan pinjam (KSP) di Kabupaten Kudus mengikuti pelatihan yang berlangsung dari tanggal 29 Juli-2 Agustus 2019 di gedung Dekopinda.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Korporasi dan Usaha Kecil Menengah Bambang TW melalui pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid)Koperasi, Rofiq Fachri mengatakan pelaksanaan latihan manajemen keuangan ini, sebagai upaya menggenjot pemaksimalan koperasi dalam dunia usaha.

“Selama ini dalam manajemen keuangan, beberapa diantaranya masih menggunakan laporan manual. Sehingga sangat berpotensi menimbulkan laporan yang kurang benar,” katanya.

Ia menuturkan tujuan dari pelatihan untuk mendorong semua koperasi bisa lebih kuat dalam laporan, perencanaannya. Menghasilkan pergerakan koperasi yang sehat dan berdampak pada majunya koperasi ini sendiri.

“Terkait laporan keuangan selama ini, sudah berjalan tapi pembukuannya masih menggunakan sistem yang belum update. Kondisi ini akan menuai muncul kelemahan-kelamahan. Bisa saja terjadi ada laporan yang tertinggal sehingga berpengaruh pada sehatnya koperasi,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan pelaksanaan latihan, seluruh koperasi bisa menerapkan, ilmu dalam pelatihan dan dapat membawa koperasi kedepan lebih baik lagi. Dengan manajemen keuangan yang baik, tentunya bisa memaksiamalkan roda perputaran koperasa dalam wujud usaha.

“Imbas dari pelaporan keuangan ini juga kita harapkan bisa menjadi kontrol dalam pelaksanaannya dan melalui reporting yang baik bisa mempertanggung jawabkannya,” tukasnya.

Dijelaskan Rofiq, pelatihan manajemen keuangan diikuti sebanyak 30 perwakilan pengurus KSP di Kudus. Ia melanjutkan, peserta pelatihan juga akan diajak studi banding ke Koperasi Muntilan di wilayah Magelang.

“Kenapa kami melakukan studi banding ke Muntilan, karena dari segi pengelolaan di sana relatif lebih baik dibandingkan dengan Kudus,” jelasnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *