Mari Kita Maafkan Pak Tamzil, Selamat Bekerja Pak Hartopo!

Nasi sudah menjadi bubur. Peribahasa ini cukup untuk menggambarkan apa yang terjadi di Kota Kudus. Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Kudus HM Tamzil sudah terlanjur terjadi.

Perasaan sedih, kecewa dalam beberapa hari belekangan menguras emosi rakyat Kudus. Bagaimana tidak? Rakyat Kudus sudah mempercayakan amanah kepada beliau sebagai kepala daerah yang dipilih secara langsung.

Tak hanya itu, pemberitaan diberbagai lini masa terkait kasus OTT Bupati Kudus jelas menjadi tamparan keras seorang pemimpin daerah dan birokrasi. Kasus jual-beli jabatan seakan menunjukkan bahwa nafsu kekuasaan mengakibatkan seseorang menghalalkan segala cara dalam meraih jabatan tidak hanya di Kudus, mungkin si daerah lain juga sama. Ada yang menyebut” Apes” kenapa kok di Kudus yang terungkap, sementara daerah lain tidak. Jawabannya belum. Mungkin pasca di Kudus, gerakan komisi anti rasuah akan menjalar ke berbagai daerah. Tinggal menunggu waktu dan momentum.

Pasca OTT KPK, kita seluruh elemen di Kudus (masyarakat, pejabat, birokrasi) bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Upaya pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi tidak boleh surut. Justru ini bisa dijadikan momentum untuk bersih-bersih dapur Pemkab Kudus.

Penyesalan selalu datangnya terlambat. Namun, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot). Ayo kita kembali merajut asa dan kebersamaan untuk memajukan kota ini. Mari sama-sama bergandengan tangan untuk sebuah cita-cita besar.

Sebagai pemimpin Tamzil mungkin khilaf dan menyesali atas perbuatannya tersebut. Ini pelajaran penting bagi setiap pemimpin. Apalagi ketika Tamzil terjarat dengan kasus korupsi ke dua kali, sungguh menyedihkan. Namun, kita harus menjadi negara pemaaf. Mari kita sama-sama memaafkan beliau. Toh, proses hukum tetap berjalan.

Tutup buku dan membuka lembaran baru
Pasca OTT KPK yang dialami Bupati Kudus, sudah saatnya kita untuk tutup buku dan kembali membuka lembaran baru. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki dan merajut kembali cita-cita.

Wakil Bupati Kudus HM Hartopo telah ditunjuk sebagai plt Bupati Kudus oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ahad (28/7/2019) malam. Sudah saatnya kembali bekerja, bekerja dan bekerja. Koordinasi antar pimpinan harus segera dilakukan dalam rangka menyatukan visi kembali dalam membangun daerah. Sebagai plt Bupati Hartopo diharapkan mampu mengemban tugas yang tidak mudah di tengah menurunnya kepercayaan publik pasca OTT KPK. Kami ucapkan selamat menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Hartopo. Pesan kami pegang betul kepercayaan publik jangan kau khianati. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *