Rekam Jejak Bupati Kudus Tamzil: Gagal Nyalon Gubernur, Mantan Bupati Hingga Eks Narapidana Korupsi

KUDUSSATU.com–Jejak mengenai Bupati Kudus Muhammad Tamzil maka seolah tidak lepas dari kasus korupsi. Tamzil kembali menjadi sorotan karena tertangkap tangan menerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/7). Ia diduga menerima suap dalam kasus jual beli jabatan.

Namun, ini bukan kali pertama Tamzil berurusan dengan hukum. Sebab, berdasarkan penelusuran kudussatu.com, pada 2016 lalu ia juga pernah divonis bersalah dalam kasus rasuah. Politikus yang diusung oleh tiga partai itu yakni PKB, PPP dan Partai Hanura itu pernah divonis 22 bulan penjara karena melakukan mark up untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.

Namun, jauh sebelum menjadi Bupati, Tamzil juga pernah mencoba peruntungan di Pilkada sebagai calon gubernur Jawa Tengah pada 2009 lalu. Sayang, keberuntungan belum berpihak kepadanya.

Kalian penasaran bagaimana rekam jejak kepala daerah yang ternyata dulunya adalah residivis itu? Berapa sih nilai harta kekayaan yang dimiliki oleh Tamzil? Berikut penelusuran kudussatu.com

  1. Tamzil mengawali karier sebagai Kepala Dinas PU dan pernah terpilih jadi Bupati Kudus.Tamzil mengawali kariernya di dunia birokrat dengan menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum pada tahun 1991 lalu. Setelah itu, kariernya menanjak menjadi Wakil Bupati Semarang periode 2000-2003.

2.Posisi Bupati Kudus bukan kali ini ia duduki. Sebelumnya, pada periode 2003-2008, Tamzil sudah pernah merasakan menjadi orang nomor satu Kabupaten Kudus. Di periode pertama, Tamzil berpasangan dengan anggota DPRD Jawa Tengah, Noor Haniah.

3. Tamzil pernah maju jadi calon gubernur Jateng namun gagalDi tahun 2008, Tamzil sempat mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah. Ketika itu, ia berpasangan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Rozaq Rais. Namun, ia gagal dan harus mengakui keunggulan pasangan Bibit-Rustriningsih.

Lantaran gagal menjadi gubernur, Tamzil kemudian bekerja sebagai pejabat fungsional Balitbang Jateng sejak tahun 2013.

Tamzil pernah dibui karena kasus korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Semarang. Di pertengahan tahun 2014, nama M Tamzil terseret kasus korupsi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004. Ketika itu, ia masih menjabat sebagai Bupati Kudus.

Pada tahun 2014, Kejaksaan memutuskan menahan Tamzil dan dua orang lainnya yakni mantan Kadispora Kudus Ruslin dan Direktur PT Ghani & Son, Abdul Ghani sebagai rekanan. Dalam persidangan yang digelar pada 2016 lalu, ia divonis bui selama 22 bulan karena terbukti merugikan negara sebanyak Rp2,8 miliar.
Tamzil pun harus menjalani hukuman selama 22 bulan di LP Kedungpane, Semarang. Ia juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta atau setara dengan tiga bulan penjara.

Mantan staf ahli Gubernur Jawa Tengah di era Bibit Waluyo itu akhirnya bebas bersyarat pada akhir tahun 2015. Pembebasan dilakukan setelah menjalani masa Asimilasi Kerja Sosial (AKS) di Yayasan Pendidikan Muslim Indonesia (YPMI) Semarang.

Begitu keluar, ia langsung mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus pada 2018 lalu. Ia berpasangan Hartopo. Keduanya dijuluki sebagai pasangan Top (Tamzil-Hartopo). Dalam pilkada tahun lalu, pasangan Top berhasil meraup suara 213.990 atau setara 42,51 persen.Tamzil mengklaim punya harta kekayaan senilai Rp912 juta.

Banyak publik yang mungkin penasaran, berapa sih harta kekayaan yang dimiliki oleh Tamzil? Berdasarkan pelaporan harta kekayaan di KPK pada Januari 2018 lalu, pria kelahiran 16 Agustus 1961 itu diketahui memiliki harta kekayaan mencapai Rp912 juta.

Secara rinci, harta Tamzil terdiri dari tanah dan bangunan seluas 227 m persegi/230 m persegi di Kota Semarang dengan nilai Rp633.071.000. Sedangkan kas dan harta setara kas mencapai Rp9.920.616 beserta kendaraan roda empat senilai Rp270 juta.

Sementara, terkait status hukum Tamzil, baru akan diumumkan pada Sabtu (26/7) dalam pemberian keterangan pers.(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *