Wow, Pemkab Kudus Siap Bikin Trotoar Senilai Rp 90 M di Tiga Titik?

Kudus, KUDUSSATU.com–Pemerintah Kabupaten Kudus berencana membangun pedestrian atau trotoar yang dirancang ramah difabel. Tak hanya sebagai jalur pedestrian, namun pinggiran trotoar tersebut akan difungsikan sebagai lapak seperti PKL di kawasan Malioboro, Jogja.

Setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk merealisasikan rencana itu. Hal ini disampaikan Bupati Kudus HM Tamzil dalam acara Jagong Pelataran yang diselenggarakan PWI, Rabu malam (24/7/2019) dikutip dari kejoramuria.com.

Terkait rencana tersebut, setelah dihitung matang Pemkab Kudus membutuhkan setidaknya Rp 90 miliar untuk membangun trotoar di dua kawasan yang menjadi target Pemkab.

“Terdapat dua kawasan yang rencananya akan dimulai pada tahun 2020 tersebut. Kawasan pertama dari Simpang Tujuh Kudus hingga Jembatan Kali Gelis sepanjang 570 meter.Sementara kawasan kedua berada di lingkar utara Universitas Muria Kudus (UMK) hingga perempatan Panjang sepanjang 1,95 kilometer,” ujarnya.

“Satu kawasan lain yakni Jalan dr. Loekmono Hadi dan Jalan Ramelan direncanakan juga digarap usai kedua kawasan dibangun,” imbuh Tamzil.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Heru Subiyantoko mengatakan jika alokasi dana Rp 90 miliar nantinya akan diusulkan melalui APBD tahun 2020 sebanyak Rp 20 miliar guna membangun kawasan pertama.

“Pendanaaan untuk trotoar di lingkar utara UMK rencananya diusulkan melalui APBN, sekitar Rp 70 miliar,” ujarnya.

Nantinya, kata dia trotoar kawasan Simpang Tujuh akan dibangun dengan lebar 5 meter di ruas kanan dan 3 meter di ruas kiri. Sementara untuk kawasan lingkar utara UMK kanan dan kiri selebar 7,8 meter.

Selain trotoar bagi pedestrian, dia menyebut pembangunan juga akan dilengkapi berbagai fasilitas.

“Akan dilengkapi tempat kulinet taman, lampu hias, kursi, hingga toilet umum, tentu juga dibawahnya ada saluran air,” tukasnya. (Al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *