Dorong Peningkatan Ekonomi, Pemkab Kudus Latih Ibu-ibu PKK Kewirausahaan

KUDUS, KUDUSSATU.com— Puluhan pelaku usaha mikro di Kabupaten Kudus mendapat pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus dari tanggal 22-26 Juli 2019.Mereka terbagi dalam tiga kelompok yaitu pelatihan kue basah, kue kering dan bakery.

“Pelatihan berlangsung selama lima hari. Selain mendapat materi (teori) dan praktek. Mereka juga akan diajak kunjungan (studi banding) UMKM di yang berhasil Solo,” kata Kasi Pengembangan SDM dan Tekhnologi UMKM, Rofiq Fachri di Gedung Muslimat, Desa Glantengan, Kota, Senin (22/7/2019).

Ia menyebutkan, jika pelatihan terbagi dalam tiga kelompok pelatihan. Yaitu pelatihan kue basah di Gedung Muslimat, pelatihan kue kering di Cafe Banaran, Rendeng, dan pelatihan bakery di Desa Jepang Pakis.

Untuk pesertanya, kata Rofiq, sekitar 30 orang di masing-masing kelompok pelatihan. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga.

“Kami melibatkan sebagian kader PKK dari berbagai desa. Hal itu untuk mengakomodir usulan dari Pembina PKK ibu Rina Tamzil,untuk memberdayakan kader PKK,” ujar Rofiq.

“Pelatihan ini dilakukan tujuannya untuk meningkatankan Sumber Daya Manusia dan peningkatan kreativitas. Sehingga kedepannya, para peserta bisa mengembangkan produktivitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Rofiq.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung progam Bupati dan Wakil Bupati Kudus untuk menciptakan wirausaha baru sebanyak 500 orang setiap tahun,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UMKM Bambang TW kepada kudussatu.com.

Bambang menyebutkan jika pelatihan ini merupakan program nyata Bupati dan Wakil Bupati Kudus, untuk pengembangan ekonomi mikro masyarakat, terutama bagi para ibu yang ingin memulai usaha baru. Diharapkan dengan cara seperti ini nanti akan dapat mengatasi perekonomian masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

“Saya secara pribadi sangat, mengapresiasi adanya kegiatan ini, karena ini merupakan suatu bentuk kegiatan yang positif serta dapat memberikan ilmu kepada para peserta yang memulai dunia usaha baru. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini nanti akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tukasnya.

Yunifah, salah seorang peserta pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UMKM.

Sedangkan Yunifah, 38, warga Demaan, Kota, mengaku sangat senang karena dirinya sangat mendambakan ingin mendapatkan pelatihan seperti.

Yunifah yang berkecimpung di usaha nasi box dan snack merasa terbantu dengan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan dinas.

“Selain mendapatkan bimbingan dari dinas langsung, kegiatan pelatihan kewirausahaan ini juga dapat menambah relasi,” ucapnya.

Ia mengaku jika fokus di usaha nasi box dan snack baru sejak 2017 setelah dirinya resain sebagai karyawati di perusahaan leasing.


“Alhamdulillah setelah resain dan fokus menekuni usaha ini, semakin lumayan pesanan. Pesanan biasanya datang dari instansi pemerintah maupun swasta,” tukasnya.

Dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus bekerjsama dengan SMKN 3 Kudus sebagai pemateri dan fasilitas kegiatan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *