Selesai Pelatihan Wirausaha, Tamzil Dorong Lulusan SMK Mampu Buka Lapangan Kerja

Kudus, KUDUSSATU.com–Bupati Kudus HM Tamzil mendorong agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus menjadi wirausahawan (enterpreneur). Sehingga mereka mampu membuka seluas-luasnya lapangan kerja di wilayahnya.

Hal ini disampaikan Bupati Kudus HM Tamzil ketika membuka Pelatihan Kewirausahaan SMK NU Banat dan SMK PGRI 1 Mejobo yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Conge, Bae, Kudus, Selasa (16/7/2019).

Tamzil yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kudus Rina Budiariyani (Rina Tamzil) memberikan apresiasi diselenggarakannya pelatihan wirausaha untuk alumni SMK NU Banat, SMK PGRI 1 Mejobo dan serikat pekerja di Kudus.

“Pelatihan wirausaha bagi pelajar SMK, tidak hanya mendorong mereka bekerja. Tapi, mendorong mereka untuk mampu membuka lapangan kerja,” kata Tamzil disambut meriah peserta pelatihan.

Kegiatan pelatihan wirausaha merupakan langkah nyata Pemkab Kudus untuk mendorong semangat Gusjigang yang sudah melekat kuat di masyarakat Kudus yang merupakan semboyan dari Sunan Kudus. Gusjigang memiliki makna, bagus perilakunya, pinter ngaji dan dagang.

“Saya harap tak berhenti di pelatihan saja, tapi bisa dikembangkan menjadi usaha. Sekarang usaha di bidang kecantikan sangat laris di masyarakat, jadi lulusan SMK PGRI 1 Mejobo diharapkan mampu mengembangkan usaha di bidang SPA dan perawatan kecantikan kulit,” harap Tamzil.

Tamzil melanjutkan, peserta pelatihan wirausaha tidak hanya dibekali keterampilan dan pengetahuan. Mereka juga akan mendapatkan bantuan permodalan sebesar Rp 10 juta.

“Mekanismenya, setelah pelatihan selesai mereka diminta untuk membuat kelompok beranggotakan lima orang dan membuat proposal. Nantinya, setiap kelompok yang mengajukan proposal pengembangan usaha akan diberikan modal sebesar Rp 10 juta per orang,” jelasnya.

Peserta pelatihan wirausaha, kata Tamzil, diberikan materi mengenai manajemen, keuangan, dan spiritual power. Materi spiritual power dibutuhkan agar calon wirausahawan selalu memandang positif keadaan. “Materi spiritual power penting untuk menanamkan mindset positif kepada mereka,” ungkapnya.

“Pelatihan wirausaha juga diberikan kepada perwakilan serikat pekerja. Alasannya agar mereka memiliki pekerjaan alternatif seandainya mereka terkena pemutusan hubungan kerja (PHK,” imbuh Tamzil.

Tamzil berharap agar peserta yang mengikuti pelatihan wirausaha dapat berhasil dan sukses sehingga usaha tersebut dapat dipamerkan saat perayaan HUT Kota Kudus 3 September mendatang.

“Secara khusus kami nanti akan meminta kepada siswi SMK PGRI 1 Mejobo dapat mendemonstrasikan make up saat HUT Kota Kudus,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kudus, Bambang Tri Waluyo menyebutkan ada 120 peserta yang mengikuti pelatihan wirausaha. Ia berharap pelatihan tersebut dapat membekali peserta dalam memulai usaha.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta dalam memulai sebuah usaha,” kata Bambang.

Bambang mengungkapkan bahwa saat ini jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia menyebutkan hingga akhir 2018 jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Kudus mencapai 14 ribu lebih.

“Dari sekian banyak pelaku UMKM kita akan dorong mereka bisa naik kelas. Tahun ini kita targetkan ada dua UMKM Kudus bisa segera naik kelas,” harapnnya.

Ditambahkan Bambang, program pelatihan wirausaha merupakan salah satu program unggulan dari Bupati Kudus. Targetnya, setiap tahun dapat menghasilkan 500 wirausaha baru di Kabupaten Kudus.

“Program ini sebenarnya sudah berjalan di tahun 2018. Sudah ada sebanyak 50 wirausaha baru yang diorbitkan dari hasil pelatihan wirausaha,” tutupnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *