Rina Tamzil “Dititipkan” ke PDIP

Konstelasi politik di Kudus sudah mulai bergemuruh. Kendati Pilkada Kudus 2018 baru saja usai. Namun, pemanasan jelang perhelatan lima tahunan itu sudah mulai terlihat.

Pemanasan Pilkada 2023 itu terlihat dengan bergabungnya Rina Tamzil sebagai pengurus DPC PDIP Kudus. Tidak banyak yang mengira bahwa isteri Bupati itu bergabung ke PDIP. Sehingga spekulasi pun banyak bermunculan.

Perlu diakui bahwa kekuasaan dan partai politik saling membutuhkan. Keduanya bagai dua mata sisi mata uang.Rina Tamzil yang notabene sebagai isteri Bupati Tamzil disimbolkan sebagai kekuasaan (penguasa). Sementara PDIP merupakan simbol partai politik pemenang di pemilu 2019. Pentingnya dukungan partai politik memaksa Tamzil mengerahkan berbagai cara. Termasuk Rina sebagai penghubung dengan PDIP.

Ada dua kemungkinan motif bergabungnya Rina Tamzil ke PDIP. Pertama, kemungkinan Tamzil membutuhkan dukungan politik dari partai besutan Megawati itu dalam rangka mengawal progam pemerintahannya.

Tamzil membutuhkan PDIP di parlemen untuk memuluskan program-programnya. Sebagai partai pemenang di pemilu 2019 dengan perolehan 8 kursi, dukungan PDIP sangatlah penting. Posisi PDIP sangatlah strategis sehingga memaksa Tamzil berpikir realistis.

Opsi kedua, bergabungnya Rina Tamzil ke PDIP bisa menjadi sinyal kuat atau ancang-ancang untuk mendorong isteri maju di Pilkada berikutnya. Rina Tamzil kemungkinan dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kekuasaan yang sekarang dipegang Tamzil. Apalagi sinyal itu semakin kuat dengan munculnya Rina diberbagai even Pemkab Kudus. Rina terlihat aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Kudus.

Saat ini, tidak hanya menjabat sebagai pembina PKK, Rina Tamzil juga menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kudus. Masuknya Rina ke PDIP sebuah kejutan sekaligus bukti bahwa politik sangat dinamis.

Sementara itu, terpilihnya Masan sebagai ketua DPC PDIP Kudus, semakin menguatkan posisinya di partai. Apalagi kemungkinan jabatan Ketua DPRD Kudus periode 2019-2024 sudah di depan mata. Sebagai kader, tentu posisi Masan lebih kuat untuk mendapatkan tiket dalam Pilkada ke depan dari partai berlambang banteng itu.

Mungkinkan Rina Tamzil dan Masan akan menjadi satu paket di Pilkada mendatang. Atau keduanya memperebutkan dukungan PDIP. Yang pasti politik itu sangat dinamis. Kita tunggu saja kejutan-kejutan berikutnya. (Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *