Disdikpora Kudus Selenggarakan Pemilihan GTK Berprestasi 2019

KUDUS, KUDUSSATU.com – Peran guru dalam proses kemajuan pendidikan sangatlah penting. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi intelektualitas saja melainkan juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat.

“Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus, telah menyelenggarakan pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi tahun 2019 pada tanggal 20 April 2019,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus Joko Susilo melalui Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Srieati kepada kudussatu.com.

Ia menyebutkan, ada beberapa kategori dalam pemilih GTK berprestasi Kabupaten Kudus. Di antaranya guru SD dan SMP berprestasi, kepala SD dan SMP berprestasi, pengawas SD dan SMP berprestasi.

“Selain itu, juga ikut dilombakan untuk kategori tenaga administrasi sekolah SMP berprestasi dan pustakwan SMP berprestasi. Mereka yang juara satu, akan diikutkan lomba ke tingkat propinsi,” jelasnya.

Salah seorang juri untuk guru SMP Berprestasi, Endang Siwi Ekowati, mengungkapkan untuk kategori guru SMP Berprestasi diikuti 12 peserta se-Kabupaten Kudus.

“Setelah proses penjurian dan seleksi terpilih satu orang guru, yang nantinya akan diikutkan dalam ajang yang sama di tingkat propinsi hingga nasional,” kata Kepala SMPN 03 Bae itu.

Ia menjelaskan, ada enam aspek yang dinilai dalam pemilihan guru berprestasi. Di antaranya dokumen portofolio 25 persen, penilaian kinerja guru dan video pembelajaran 15 persen, tes tertulis 15 persen, laporan penelitian dan artikel ilmiah 20 persen.

“Kemudian, paparan artikel ilmiah dan tanya jawab 15 persen dan keteladanan dan akhlak mulia 10 persen,” jelasnya.
Siwi mengungkapkan, paling tidak output yang dimiliki peserta berupa profesional kompetensi bagi pedagogik sosial.
“Itu yang harus dipenuhi calon guru berprestasi,” terangnya.

Lebih lanjut, ujar Siwi, untuk mudah agar lolos seleksi ke tingkat propinsi tidak hanya sekedar mengandalkan kemampuan guru berprestasi semata. Namun, juga harus ditopang dengan lingkungan sekolah atau siswa yang memiliki prestasi.

“Ketika aspek tersebut terpenuhi dan didukung dengan penilaian lainnya, maka peluang untuk menang lebih mudah,”ungkapnya.

Ia berharap tahun ini Kabupaten Kudus bisa menembus tiga besar atau lima besar tingkat Propinsi. Meskipun, diakuinya persaingannya semakin ketat.

Dari sebanyak 12 peserta lomba guru SMP Berprestasi tahun 2019. Terpilih Etik Dwi Aprilianto, guru SMPN 02 Kudus, sebagai satu-satunya guru SMP yang akan maju ke tingkat Propinsi.

“Semoga beliau dapat meraih hasil yang terbaik. Syukur-syukur dapat masuk tiga besar dan Kudus bisa mewarnai di Propinsi,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *