Astagfirullah, Pria Paruh Baya di Kudus Ini Setubuhi Gadis 13 Tahun Hingga Melahirkan

KUDUSSATU.COM, KUDUS–Aksi bejat dilakukan NT (49) warga Kecamtan Dawe, Kabupaten Kudus. Pria paruh baya itu, nekat menyetubuhi adis 13 tahun yang merupakan tetangganya sendiri. Akibatnya, korban mengandung dan akhirnya melahirkan.

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kudus meringkusnya. Saat ini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menghuni sel tahanan Mapolres Kudus.
Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto menjelaskan, pelaku diringkus karena terbukti melakukan persetubuhan anak di bawah umur. “Kami tangkap pelaku yang menyetubuhi korban yang merupakan anak di bawah umur,” katanya di Mpolres Kudus saat jumpa pers, Senin (6/5/2019) dikutip dari detik.com.

Menurutnya, aksi bejat terjadi sekitar April 2018 sampai Juni 2018 di dalam kamar korban di rumahnya. Kebetulan orang tua korban bekerja. Pelaku ditangkap pada Senin (29/4) sekira pukul 12.30 WIB saat sedang berada di rumah.

“Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan dari SM (62) yang merupakan ayah kandung korban,” bebernya.

“Usai mendapatkan laporan dari ayah korban, Tim langsung mencari di mana keberadaan pelaku. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencarinya dan pelaku ditangkap saat sedang berada di rumahnya tanpa perlawanan, selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres Kudus,” terang Rismanto.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam peristiwa ini berupa satu celana pendek warna ungu, satu baju lengan pendek warna coklat motif, satu celana dalam warna krem, satu miniset warna orange dan satu karpet motif abjad warna orange.

Korban diketahui oleh ayahnya ketika mengeluhkan sakit perut yang kemudian dibawa ke tukang pijat. Namun tukang pijat bilang, kalau anaknya hamil. Keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Dawe, hasilnya korban benar hamil.

“Sudah hamil dan melahirkan,” terangnya.
“Mendapatkan kabar tersebut, ayah korban langsung bertanya kepada anaknya kejadian yang sebenarnya, lalu melaporkan kejadian ke Polres Kudus,” ungkapnya.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 UU RI NO.17 Tahun 2016 tentang penetapan PP Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI NO.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

“Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.” katanya.

Penuturan pelaku, dia nekat berbuat asusila kepada korban karena tak mampu menahan hasrat kelelakiannya. Mengingat isteri pelaku tak bisa melayani.


“Istri saya kena penyakit gula. Saya tidak bisa menahan nafsu,” kata pelaku. Usai menyetubuhi korban, pelaku memberinya uang Rp 10 ribu. “Saya kasih uang Rp 10 ribu setelah melayani saya,” ujarnya.(AL/AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *