Tinjau Hari Terakhir UNBK, Bupati Tamzil; Semua Berjalan Lancar, Tak Ada Sekolah yang Ngungsi

KUDUS, KUDUSSATU.com – Bupati Kudus M Tamzil mengaku merasa puas dengan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP yang berjalan lancar pada tahun ini. Mengingat, fasilitas komputer dari pihak sekolah sudah memadai, sehingga tidak perlu ada sekolah yang mengungsi. UNBK tingkat SMP ini sudah 100 persen.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan semangat kepada para siswa SMP yang sedang melaksanakan UNBK di hari terakhir (25/4). Seperti yang terlihat, salah satunya di SMP 3 Kudus.

 “Kami memang programkan untuk memberikan suport dan motivasi kepada para siswa. Sekolah sendiri sudah memiliki peralatan yang memadai, jadi tidak perlu mengungsi. Dari pantauan ini berjalan bagus. Sudah 100 persen UNBK. Saya puas,” katanya.

Bupati Tamzil menyebut bahwa tidak ada masalah di hari terakhir pelaksanaan UNBK ini. “Harapannya setelah ujian, siswa mempersiapkan mendaftarkan diri ke jenjang berikutnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan kepada para siswa agar jangan sampai putus sekolah. Pendidikan adalah yang utama dan harus diperjuangkan setinggi-tingginya. Jika melanjutkan, para siswa diminta jeli dalam memilih jurusan berdasarkan kemampuan.

“Jangan sampai ada paksaan termasuk dari sekolah. Siswa harus ada keinginan sendiri. Orang tua juga harus mengukur kemampuan anaknya. Supaya anak-anak menjalani sekolah dengan senang hati. Dengan demikian prestasi akan mengikuti,” terangnya.

Sementara itu, pada Selasa (23/4) lalu, Wakil Bupati Kudus Hartopo juga melakukan kunjungan ke beberapa SMP negeri untuk melihat langsung berjalannya UNBK.

MENYEMANGATI PESERTA UNBK: Wakil Bupati, Hartopo bersama Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo saat meninjau UNBK di SMP 3 Kudus. (*)

Adapun sekolah-sekolah yang dikunjungi di antaranya SMP 2 Kudus, SMP 3 Kudus, dan SMP 2 Undaan. Dalam kunjungannya, wakil bupati didampingi kepala Disdikpora Kudus, Joko Susilo dan Kabid Dikdas, Suharto.

“Saya memberikan motivasi dengan cara sedikit bercerita mengenai diri saya pribadi waktu masih duduk di bangku sekolah dulu,” ungkapnya disela-sela kunjungan UNBK tersebut..

Kepala SMP 3 Kudus Retno Rubiyatinigsih mengatakan, UNBK di sekolahnya diikuti 327 siswa dengan menggunakan lima ruang laboratorium komputer. UNBK berlangsung dua sesi.

Namun, ada yang berbeda dalam UNBK kali ini. Yakni adanya ruang transit yang digunakan siswa sebelum masuk ruang ujian. Mereka mendapatkan tambahan pelajaran selama 30 menit sebelum mengerjakan UNBK.

“Baru tahun ini diadakan (ruang transit). Tahun sebelumnya belum ada, karena dibagi dalam tiga sesi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMP 2 Undaan Ahadi Setiawan mengatakan, tahun ini sekolahnya ada 291 siswa yang ikut UNBK. Tahun ini, sekolahnya kali pertama menggelar UNBK mandiri. Penyelenggaraannya dengan menggunakan tiga ruang laboratorium komputer dengan dibagi dalam tiga sesi. “Sejauh ini tidak ada kendala apapun, termasuk anak-anak didik kami. Juga tidak ada yang absen,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *