Tarif Iuran BPJS Akan Dinaikkan

Kudussatu.com–Akhirnya, isu bahwa iuran BPJS Kesehatan dinaikkan semakin terang setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut menanggapi. Mantan direktur pelaksana bank dunia ini memastikan, tarif iuran BPJS akan dinaikkan.

“Kami sudah mulai mempertimbangkan untuk menaikkan iuran yang dibayarkan melalui PBI, pemerintah, dari sekarang ini Rp23 ribu per orang menjadi lebih tinggi lagi, tbelum ditetapkan. Namun sudah ada ancang-ancang untuk menaikkan (iuran),” katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4).

Rencana kenaikan iuran ini tanpa pembahasan isu “cara-cara meningkatkan kepesertaan” yang dulu sempat ramai dan berkesan kasar; seperti mempersulit pembuatan SIM, STNK, Paspor, IMB, dsb.

Kabar baiknya, jumlah peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang iurannya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga akan ditambah sampai di atas 100 juta penerima.

Carut-marut pengelolaan BPJS memang sudah bukan rahasia lagi. Tanda yang paling kentara adalah adanya depisit yang menjadi isu penting dalam dunia kesehatan. Dalam catatan cnnindonesia.com (23-4-2019), segera setelah beralih nama dari Askes ke BPJS, depisit itu mencapai Rp 5,7 triliun di tahun 2015. Dan tahun 2018 sudah mencapai Rp10,25 triliun. Meski pemerintah sudah turun tangan dengan menyuntikkan dana APBN akhir tahun lalu, depisit BPJS Kesehatan terus berlanjut.

Depisit ini tentu saja punya pengaruh besar bagi peserta. Banyak pengalaman tidak menyenangkan di lapangan. Pelayanan yang kurang, obat-obatan yang terbatas. Bagaimana pengalamanmu dengan BPJS Kesehatan? Apa pendapatmu dengan iuran yang akan naik? Tuliskan di komentar sebagai masukan juga buat pemerintah.

Sumber: cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *