Nestapa Pemilu Serentak, Puluhan Penyelenggara Pemilu Meninggal Diduga Karena Kelelahan

KUDUSSATU.com–Pemilu serentak 2019 menyisakan nestapa. Sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga anggota Polri yang bertugas untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu meninggal dunia.

Di Jawa Barat misalnya, setidaknya hingga Jumat (19/4) siang ada 10 petugas KPPS yang meninggal saat maupun setelah menjalankan tugas. Sebagian besar mereka meninggal karena serangan jantung atau kelelahan.


“Sejauh ini ada sekitar 10 orang (meninggal). Ini laporan dari petugas KPPS dari lima kota-kabupaten,” ucap Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok di kantor KPU Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Hampir semuanya ada serangan jantung karena faktor kelelahan. Ada juga meninggal setelah menerima laporan surat suara kurang ini mungkin stres (jadi beban pikiran). Kami terima laporan ini mungkin jadi bahan evaluasi,” sambung Rifqi.

Jumlah itu bertambah karena pada sore harinya Ketua KPPS di TPS 1 Cipandak, Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Somantri (51) dikabarkan meninggal dunia. Somantri sempat disebut merasakan sakit dada pada tengah malam usai penghitungan suara, Rabu (17/4).

Masih di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Bogor, ada 2 ketua KPPS Pemilu 2019 yang meninggal diduga akibat kelelahan. Selain itu, empat ketua KPPS lainnya pingsan.

Selain itu, di Jawa Timur, hingga Sabtu (20/4) sore, ada 9 petugas yang meninggal dunia saat bertugas. Mereka adalah 5 petugas KPPS, 2 petugas PPS, 1 petugas linmas, dan 1 petugas pembantu KPU. Mereka meninggal karena faktor kelelahan dan mengidap penyakit sebelumnya.

Kemudian, di Jawa Tengah, hingga Sabtu (20/4) sore, ada 8 KPPS dan petugas TPS yang meninggal usai kerja keras dalam masa pemilu. Komisioner KPU Jateng, Paulus Widiyantoro 8 orang meninggal tersebut berada di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Rembang.

Selain itu ada 7 petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit. Ada 3 orang orang mengalami keguguran, yaitu di Klaten atas nama Wiwid Wijayanti yang merupakan Anggota PPK Jatinom dan sedang hamil 6 bulan kemudian di Kebumen ada 2 anggota KPPS yang keguguran, yaitu Umi Rojanah dan Siti Mungawanah.

Ketua KPPS di Pekanbaru, Edirson, disebut mengalami stroke karena diduga kelelahan saat bekerja pada hari pemungutan suara. Kisah pilu juga harus dialami Sri Utami (30), anggota KPPS dari TPS 1 Desa Lalonggotomi, Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sri, yang tengah mengandung, keguguran setelah bertugas sebagai KPPS semalam suntuk.

Selain petugas KPPS, anggota Polri juga ada yang meninggal dunia saat menjalankan tugas mengawal Pemilu. Hingga Jumat (19/4) sore, tercata ada 10 anggota Polri yang meninggal saat tugas mengamankan Pemilu, termasuk Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Syaiful Zachri.

KPU pun telah menyampaikan keprihatinan karena petugas KPPS ada yang meninggal dunia dan sakit saat menjalankan tugas. KPU memastikan akan memberikan santunan kepada mereka.

“Menurut kami mereka (petugas KPPS) pahlawan demokrasi yang kemudian nanti akan berikan penghargaan kepada mereka semua. Ya bisa nanti orang sakit kita beri santunan, orang meninggal juga kita santuni,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya bakal melakukan evaluasi agar kejadian ini tak terulang lagi. Dia menyebut beban kerja yang berat menjadi pemicu kelelahan hingga menyebabkan sejumlah petugas meninggal saat pelaksanaan Pemilu.

“Ya nanti kita evaluasi,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

“Memang pekerjaannya berat, memang pekerjaannya banyak, maka ya orang sangat mungkin kelelahan dalam menjalankan tugas,” sambungnya.

Arief mengatakan, sejak awal menyusun anggaran, KPU sebenarnya mengupayakan agar petugas KPPS bisa mendapatkan asuransi. Namun menurutnya karena sejumlah hal, keinginan tersebut belum bisa terwujud. Meski demikian, pihaknya telah mengusulkan agar mereka yang meninggal saat bertugas mendapat santunan.

Sumber:detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *