Nyanyian Bowo Sidik Soal Nusron Wahid, Mencabut Akar Pohon Beringin di Jawa Tengah, Apakah Elektabilitas Jokowi di Jawa Tengah Ikut Terdampak?

Nasib malang menimpa partai Golkar,satu demi satu kadernya tersandung masalah hukum.mulai dari Setia Novanto, Idrus Marham, Eny Maulani Saragih, Fayakun Andriadi, Bowo Sidik Pangarso (BSP),telah resmi berurusan dengan KPK,terkait masalah korupsi. Satu lagi nama mulai disebut turut terlibat pada masalah hukum.

Nama Nusron Wahid disebut oleh BSP sebagai orang yang menyuruh BSP menyiapkan sebanyak 400 ribu amplop untuk kepentingan serangan fajar pada pemilu 2019.Lebih mengejutkan lagi ,pengacara BSP Saut Edward Rajagukguk mengatakan bahwa sumber uang yang digunakan oleh BSP untuk “serangan fajar” berasal dari seorang menteri kabinet Jokowi-Jk.

Nusron wahid sendiri telah membantah keterangan BSP. Entah siapa yang benar,biar KPK yang usut tuntas soal terlibat atau tidaknya Nusron Wahid pada kasus 400ribu amplop untuk pileg 2019.
Soal motivasi nyanyian BSP soal keterlibatan Nusron Wahid pada penyediaan 400ribu amplop senilai 8 milyar rupiah masih simpang siur, Ace Hasan Sadzily fungsionaris DPP Golkar sekaligus anggota TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menganggap hal biasa bila orang yang kena OTT KPK selalu mengajak kawan untuk menemani di penjara,prinsipnya tak mau dikorbankan sendiri.

Ada juga yang mengatakan munculnya kecemburuan,dimana menurut BSP, Nusron Wahid sendiri juga menyaiapkan 600 ribu amplop untuk dirinya,sehingga total ada 1juta amplop untuk serangan fajar. Harapan awalnya agar Golkar di Jawa Tengah mampu memenangkan pileg 2019,setidaknya mendapat 2 kursi untuk BSP,dan NW. Namun ketika BSP ditangkap,justru NW menggantikan jabatannya sebagai ketua bappilu partai Golkar Jawa Tengah, sementara soal dugaan adanya 600ribu amplop milik NW aman-aman saja. Ini barangkali yang mendasari nyanyian BSP,agar NW juga ikut dimintai pertanggungjawaban karena menurut BSP, NW lah yang menyuruhnya, danNW juga punya 600 ribu amplop.

Kasus ini mengingatkan kita mirip dengan kasus antara Nazarudin dengan Anas Urbaningrum yang terjadi ditubuh partai Demokrat beberapa tahun lalu.Nyanyian Nazarudin terbukti mampu membawa Anas Urbaningrum lengser dari ketua umum DPP Demokrat,dan menuju ruang tahanan bersama dengan Nazarudin.

Apakah nyanyian BSP akan mampu membawa NW ikut bersama-sama nasuk hotel prodeo? Biar kpk yang menjawabnya. Yang jelas partai Golkar Jawa Tengah sedang berduka, awan gelap menghadang dan coba hancurkan impian partai Golkar untuk memenangkan kontes pileg 2019.

Mengapa partai golkar menjadi berduka? Sebab baik BSP maupun NW adalah caleg petahana yang memiliki kapasitas untuk mendulang suara .BSP pada pemilu 2014 meraih 66.909 suara, sedangkan NW menperoleh 243.021 suara dari 2.497.282 suara. Tampak terlihat bila suara NW digabung dengan suara BSP ada dikisaran 10% lebih.

Belum apabila amplop yang diduga berjumlah 1 juta yang berisi pecahan uang 20 ribu,dan 50 ribu per amplop dan bergambar jempol pada 400ribu amplop punya BSP yang ditujukan buat serangan fajar dengan tujuan “vote buying” berhasil.masuk ke masyarakat, partai Golkar Jawa Tengah dapat dipastikan akan menakutkan bagi para parpol kompetitornya.

Maka tak heran,bila ambruknya BSP karena terkena OTT KPJ akan membuat Golkar Jawa Tengah terkontraksi,dan perolehan suara cenderung akan menurun. Akar pohon beringin mulai terguncang. Apalagi jika isu dugaan keterlibatan NW tak kunjung selesai,maka hampir pasti pohon beringin itu akan tercabut akarnya di Jawa Tengah.

Golkar yang terkenal dengan doktrin karya dan kekaryaan, pada pemilu 2019 mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara posisi sentral Jokowi sendiri berada di Jawa Tengah. Sulitnya situasi dan kondisi yang dihadapi partai Golkar di Jawa Tengah sebagai akibat ditangkapnya BSP,dan potensi terlibatnya NW diprediksi banyak pihak akan menyebabkan semakin tergerusnya elektabilitas Jokowi di Jawa Tengah.

Hal lain terkait Nusron Wahid, ia adalah ketua tim pemenangan pemilu partai Golkar Jawa Tengah,selain itu juga ketua BNP2TKI yang tentunya punya kedekatan dengan Jokowi di pemerintahan. Terganggunya NW berpengaruh besar pada Jokowi baik pada posisi sebagai capres yang didukung golkar,maupun sebagai presiden. Legitimasi Jokowi sebagai presiden yang diharapkan sebagai trigger mechanism untuk mempercepat pemberantasan korupsi menjadi tak lagi dipercaya rakyat.

Pemerintahan Jokowi yang awalnya mengusung tema revolusi mental, bergeser menjadi pemerintahan yang gagal mewujudkan good and clean government.Sebagai capres pun Jokowi jelas dirugikan dengan munculnya nyanyian dari BSP soal NW,mengingat Jokowi sering bicara infrastruktur,sementara sekelilingnya banyak bermasalah dengan korupsi bahkan ada yang terkait infrastruktur, misalnya kasus SPAM di PUPR yang lagi ditangani KPK,akibatnya terjadi distrust pada Jokowi.

Fakta ini mulai terbukti dengan munculnya hasil survei dari Index Politica Denny Carter dimana pada posisi indeks korupsi pada era Jokowi skornya rendah yakni17,65%.Realitas ini harus disikapi secara serius oleh Jokowi,bila tidak maka elektabilitas Jokowi akan semakin merosot,khususnya di Jawa Tengah.

Belum apabila dalam pemeriksaan KPK diketemukan fakta hukum yang membuat NW sebagai tersangka,maka akan terjadi turbulensi suara baik pada Jokowi maupun pada partai Golkar sebab bukan tidak mungkin NW akan ikut- ikutan nyanyi seperti BSP membuat potensi munculnya tersangka baru semakin terbuka.jelasnya bila nw jadi tsk oleh kpk,maka bisa dipastikan elektoral jokowi akan turun.

Belum soal terlibatnya seorang menteri yang dianggap oleh pengacara BSP. KPK harus usut tuntas. Soal dampak politiknya terhadap perolehan suara jelas, akan merobohkan tembok Jokowi di Jawa Tengah. Jeratan korupsi dilingkaran Jokowi akan semakin membuat rakyat akan marah,dan berubah haluan,ganti mendukung Prabowo. Terkait potensi migrasi suara diprediksi masih akan terjadi. Syahganda Naingolan dari Sabang Merauke Institute mencatat masih ada undecided voters sebesar 7,97%.

Artinya semakin banyak orang-orang dekat Jokowi bermasalah dengan korupsi,dan ditangkap KPK,maka trend elektabilitas Jokowi akan semakin merosot. Jadi bagaimana nasib Jokowi pasca nyanyian BSP? Kita tunggu hasil press release KPK soal NW, BSP, yang diduga terlibat kasus fee di perusahaan Pupuk Indonesia.

Masih banyak kejutan akan terjadi, dan Jokowi harus bisa yakinkan rakyat bahwa dia clear dari semua prasangka masyarakat soal korupsi BSP yang lagi ditangani KPK. So,kita tunggu rencana Jokowi,dan partai Golkar untuk memulihkan kepercayaan masyarakat yang terus merosot akibat korupsi.(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *