Drakula Kapitalisme Mengamuk ke Seantero Negeri, Rakyat Menunggu Datangnya Sosok Pangeran Al Fatih, Sanggupkah Sandi Uno Gantikan Pangeran Al Fatih?

Kapitalisme adalah sistem ekonomi dimana perdagangan,industri, dan alat-alat produksi dikuasai oleh pemilik modal. Dengan tujuan untuk menguasai ekonomi pasar pemerintah dilarang intervensi pasar dan antar pemilik modal bebas berkompetisi untuk mendapatkan keuntungan tanpa batas.

Sifat bebas mencari keuntungan tanpa batas inilah,yang membuat situasi dimana efek dari kompetisi ada yang kalah. Yang kuat menindas yang lemah,akibatnya yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.Kesenjangan melebar,praktek monopoli,dan oligopoli,membuat akses rakyat kepada ekonomi semakin menyempit.

Untuk semakin memperkuat eksistensinya,kaum cukong semakin melebarkan sayapnya hingga menembus batas pemerintahan, kekuasaan, sosial, agama,bahkan batas negara. Gurita kaum cukong semakin kuat manakala regulasi,teknologi,dan agama dikuasai.

Prinsip eksploitasi dan memburu rente bila dibaratkan seperti kegelapan menutup bumi. Keserakahan dan kebengisan wajah cukong kapitalis mengingatkan pada suatu peristiwa di Konstantinopel, peristiwa terbunuhnya kelompok drakula ditangan pangeran muda pangeran Muhammad Al-Fatih.

Pangeran Al Fatih( sang penakluk), merupakan Sultan ke-7 kerajaan Turki Utsmani atau dikenal ”Sang Penakluk” dikarenakan mampu mangalahkan kerajaan Romawi Timur,yang dikenal sulit dikalahkan. Umur 19 tahun sudah mampu menguasai 8 bahasa,ilmu militer,matematika,dan sains.

Namanya melambung ketika berhasil menumpas kelompok Dracula (Vlad III),anak dari raja Dracul (Vlad II) raja kerajaan Wallachia ( Rumania).Strategi perangnya terkenal,sebagai taktik perang di malam hari. Filosofi perangnya terkenal sampai sekarang,yakni filosofi “hanya srigala yang bisa kalahkan srigala”.Raja Vlad III yang terkenal bengis, kejam, dan menindas rakyat, dikalahkan dengan teknik infiltrasi.

Cerita diatas nyata terjadi pada tahun1453 M. Sultan Al Fatih,mampu mengalahkan 2 musuh sekaligus,yakni raja Dracul,dan anaknya Dracula.Lantas apa kaitan diatas dengan kapitalisme?

Munculnya abad 21, yang bercirikan milenium,revolusi informasi, dan revolusi 4.0 sangat menempatkan kapitalisme menjadi begitu hegemon di seluruh dunia. Kediktatoran militer,dan politik jauh berkurang era Mussolini, Hitler,Pol phot, Saddam Husein sudah berakhir. Sebagai gantinyan muncul kediktatoran ekonomi.

Munculnya kaum konglomerat sebagai representasi adanya kediktatoran ekonomi. Gurita kaum konglomerat merambah kesemua sendi kehidupan,juga masuk ke sistem hukum,dan sistem politik. Dibidang hukum biasanya melalui jalur legislatif,berupaya memperngaruhi jalannya pembuatan undang-undang. Bidang politik,masuk melalui pendanaan parpol maupun dukungan logistik pada calon penguasa saat pemilu.

Situasi ini terus memasuki semua tatanan hingga lapisan terbawah masyarakat. Tujuannya akhirnya satu,eksistensi bisnis dan mendapatkan previlege dari pemegang otoritas.

Demokrasi liberal, dan praktek oligarkhi berbasis KKN membuat arus kapitalisne mengamuk masuk ke kehidupan rakyat. Rakyat tidak punya kemampuan untuk melawan,dan hanya bisa pasrah. Rakyat membutuhkan sosok pembela,dan punya kemampuan seperti Sultan Al Fatih.Lantas untuk saat ini siapa tokoh yang bisa menjaga rakyat?

Munculnya Sandi Uno, pada pemilu 2019 diharapkan bisa meredam wajah bengis kapitalisme. Ada persamaan antara Sandi Uno dengan Muhammad Al Fatih yang juga dikenal dengan Sultan Mehmed II religius, humanis,cerdik,kemampuan berbahasa asing,dan yang disukai emak-emak adalah punya paras yang tampan.

Pada konteks pilihan model ekonomi juga mirip. Keduanya mengusung tema mobilisasi ekonomi untuk memakmurkan rakyat. Al Fatih memobilisasi ekonomi dengan membuka bendungan,menggunakan jizyah (pajak) untuk pembangunan,mendorong perdagangan ke luar negeri dengan fasilitas kerajaan,dan mengoptimalkan seluruh elemen rakyat untuk berdagang dan berindustri.

Sisi lain Sandi Uno mendorong ok-oce untuk memberdayakan rakyat,mendorong ekonomi partisipatif-kolaboratif, membangun rumah siap kerja,menproteksi UKM, memfasilitasi rakyat akses jaminan sosial berbasis e-ktp,menjaga daya beli rakyat dengan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,untuk pebdidikan juga ada reformasi total,pendidikan berbasis penelusuran minat dan bakat akan membuat anak indonesia terlatih sejak kecil untuk menjadi specialist,bukan generalis.

Kelak tak ada cerita seperti Martunis,disarankan Cristiano Ronaldo untuk tidak menjadi pemain sepakbola profesional dengan alasan di Eropa,untuk menjadi pemain sepak bola,mulai diasah dari umur 5 tahun. Martunis terlambat masuk ke dunia sepakbola. Dari uraian diatas,sanggupkah Sandi Uno melawan amukan kapitalisne ? Sandi harus membuktikan kecerdasannya merangkul ceruk emak-emak untuk melawan petahana yang mengusung ekonomi kapitalisme.

Srategi blusukan mirip dengan strategi serangan malam milik Al Fatih.Jokowi kesulitan mengimbangi Sandi Uno karena tidak cuti sebagai presiden. Akankah strategi srigala melawan srigala bisa membuat Sandi Uno tampil sebagai pemenang pemilu 2019. Yuk intip dan ikuti sanpai pemilu tanggal 17 april 2019 nanti.Yang jelas, Sandi Uno mengkritik petahana menjadikan rakyat hanya sebagai penonton,akankah rakyat hanya menonton lihat Sandi Uno berjuang?(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *