Heboh!!Komandan Satpol PP Kudus Diteror Pakai Telur Busuk


Djati Kecewa Atas Putusan Majelis Hakim Soal Kasus Penertiban Karaoke

KUDUS, KUDUS SATU.com– Rasa kecewa ditunjukkan oleh Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kudus, Djati Solechah perihal putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kudus yang dinilai penuh kejanggalan dan keanehan.

Majelis hakim PN Kudus, Selasa (5/3/2019), hanya memvonis denda sebesar Rp 1 rupiah dengan subsider 1 bulan penjara . Hal itu terkait kasus pelanggaran Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Hiburan Malam, Diskotek, Klub Malam, Pun dan Cafe”.

di kasus lain, majelis hakim PN Kudus, Jum’at (1/3/2018) menjatuhkan vonis denda Rp 300.00 kepada dua orang pelaku pembuang sampah sembarangan dalam operasi yustisia. Mereka melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2015 Tentang K3 dan Perda Tentang Pengelolaan Sampah.

Djati yang merasa kecewa atas dua putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kudus pun muncurahkan isi hatinya di akun media sosial miliknya (Djati Solehah).

“What…..?!!! Bener ini?! Masak denda Rp. 1 ,- saja tidak ada yg harus masuk ke Kas Negara sbg efek jera. Yg bener saja, silakan jika ada deal2 di belakang pentas yg kalian mainkan tp mbok ya jangan ciderai keadilan,” tulis Djati di akun medsosnya.

“Maka jangan salahkan jika ada yg bilang hukum kadang memihak pada yg punya duit dan bisnis ilegal,” imbuhnya.

“Wahai orang2 yg sering berteriak karaoke masih marak…., ayo tegakkan amar makruf nahi mungkar klo endingnya hanya jadi lahan konspirasimu, maka tunggu saja laknatullah dari rejeki harammu,” kritiknya.

“Alhamdulillah kami masih punya semangat idealisme dan semoga senantiasa diberikan lindungan oleh Allah Swt, kekuatan untuk tidak akan goyah oleh lobby2 maupun ancaman, tekanan dan intervensi dari siapapun dlm menjalankan tugas.Aamiin.#SalamTerserahApaKomentmu,” ujarnya.

Sikapnya yang kritis terhadap penegakan hukum membuat sejumlah pihak kebakaran jenggot dan melakukan teror dengan melempari rumahnya dengan telur busuk

“Kami tidak tau, tiba-tiba ada telur busuk yang dilempar ke rumah. Insyaallah kami tidak takut melawan teror semacam ini,” ungkap Djati kepada kudussatu.com.

“Info dari tetangga saya, katanya ada dua orang boncengan naik motor tanya-tanya alamat rumah saya,” pungkasnya.(AM/AH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *