Menunggu Rencana Pemkab Kudus “Larung” Rp 215 Miliar di Kali Gelis, Apa Hasilnya?

KUDUSSATU.com–Berapa waktu lalu Bupati Kudus HM Tamzil menyampaikan rencana besarnya untuk melakukan penataan Kali Gelis. Orang nomor satu di Kudus itu ingin agar Kali Gelis bisa ditata agar terlihat cantik seperti Sungai Cikapundung di Bandung, Jawa Barat.

Tak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan ambisinya itu, Tamzil sudah menyiapkan gelontoran anggaran awal sebanyak Rp 10 Miliar dari APBD. Anggaran itu rencana dipakai untuk penataan awal konstruksi Kali Gelis. Sementara rencana besarnya butuh anggaran mencapai Rp 215 miliar. Sebuah langkah berani dan patut mendapatkan apresiasi. Dengan catatan harus juga dilihat sasaran dan targetnya.

Yang tak kalah pentingnya, bagaimana sikap pemerintah terkait sejumlah pengusaha atau perusahaan yang sengaja membuang limbah ke sungai Kali Gelia. Apakah selama ini sudah ada sanksi yang tegas kepada mereka yang membuang limbah ke sungai? Kalau memang sudah ada sanksi tegas yang dijalankan, rakyat harus mengapresiasi langkah itu. Atau jika belum, maka keberpihakan pemerintah terhadap rakyatnya patut dipertanyakan.

Tidak berhenti di situ, jika penataan Kali Gelis hanya sekedar membangun talud sungai agar tidak longsor dan air tetap tercemar. Kemudian, masyarakat miskin di lokasi miskinnya tetap sama, dan ruang-ruang terbuka hijau untuk menyerap air tidak ada perbaikan dan sedimentasi tetap jalan seperti biasa.Artinya itu hanya kebijakan menghamburkan uang rakyat.

Karena itu kita tunggu niatnya Tamzil seperti apa?Ataukah ini hanya sekedar upacara ritual membangun fisik atau memang betul-betul dilakukan penataan?
Tentu, masyarakat berharap sekali Kali Gelis betul-betul ditata untuk dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan bagi rakyat. Di antaranya bisa untuk pengairan atau sebagai sumber air baku untuk air minum. Karena itu, sejatinya dibutuhkan sebuah langkah yang besar dan konsisten.

Pertanyaan di benak kita, apakah proyek ini betul-berul sesuai rencana atau diduga hanya sekadar untuk mengambil rente atau mohon maaf free proyek saja. Ini hanya bisa dijawab oleh pemangku kebijakan.

Karenanya, mari kita sama-sama memonitor dan mengontrol apakah Tamzil betul-betul mengembalikan fungsi Kali Gelis sebagai sebuah karunia alam untuk manusia. Atau hanya sekedar berpikir untuk menghabiskan uang APBD yang kemanfaatnya untuk rakyat tidak tercapai.

Masyarakat tentunya berharap sekali agar Kali Gelis kembali ke arah natural law atau hukum alamnya bahwa sungai berguna bagi manusia. Soal berjalan atau tidak, mari kita lihat dan awasi bareng-bareng. Publik atau masyarakat pastinya menunggu hasil dari rencana Pemkab Kudus menggelontorkan atau Larung anggaran Rp 10 miliar hingga Rp 215 miliar untuk penataan Kali Gelis.(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *