Selisih Elektabilitas Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma’ruf Menipis, Survei PRI: Masyarakat Ingin Presiden Baru

KUDUSSATU.com-Lembaga survei Pusat Riset Indonesia (PRI) merilis tentang tingkat keterpilihan atau elektabilitas kandidat Pilpres 2019, Prabowo-Sandi yang terus menguat.

“Angka ini didapat setelah kami merekam tingkat elektabilitas pasangan Capres/Cawapres 2019-2024 di 34 Provinsi,” kata Ketua PRI Muzanni Firdaus saat jumpa pers di Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Survei tersebut dilakukan pada 5 s/d 11 Februari 2019. Survei dilakukan secara propforsional di 34 Provinsi yang punya hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih ketika survei dilakukan.

Selanjutnya, random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50% perkotaan & 50% pedesaan.

“Jumlah sample responden yang di ambil sebanyak 2100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin error + 2,4 % pada tingkat kepercayaan 95%,” paparnya.

Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling. Hasilnya, elektabilitas Prabowo-Sandi bertengger di angka 45,05%.

Angka tersebut merupakan dampak dari berbagai alasan yang diungkap publik di antaranya, karena Prabowo dianggap memiliki karakter tegas dan berwibawa.

“Masyarakat juga menginginkan presiden baru dan ingin perubahan. Sosok Prabowo-Sandi juga diyakini mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini,” ungkapnya.

“Serta figur Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 47,94% dianggap mampu melanjutkan infrastruktur, merakyat dan berpengalaman,” sambungnya.


Menurut Muzanni, atau yang biasa di panggil Zani, selisih antara keduanya yang sangat tipis dipengaruhi kepuasan publik selama memimpin.

Zani menegaskan, hasil sangat tipis ini merupakan modal awal bagi
capres/cawapres Prabowo S-Sandiaga U, sekalipun untuk sementara pasangan Jokowi W-Ma”ruf Amin unggul sekitar 2,89%.

Menurutnya, perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10% dapat disimpulkan belum unggul secara signifikan dari calon pasangan No urut 2. Mengingat, waktu masih tersisa dua bulan kedepan.

“Artinya, masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan nomor urut 02 dan bahkan bisa memenangkan pertarungan di Pilpres 17 April nanti,” pungkasnya.

Sumber:GELORA.CO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *