Terciduk Buang Sampah Sembarang, Sembilan Warga Kudus Didenda Masing-masing Rp 200.000

KUDUS, KUDUS SATU.com–Majelis hakim Pengadilan Negeri Kudus memvonis bersalah sembilan orang pelaku pembuang sampah sembarangan di Kudus. Mereka diwajibkan membawa denda masing-masing sebesar Rp 200.000 dengan subsider penjara dua bulan.

Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri 1B Kudus, Selasa (19/2/2019) siang.

Kesembilan orang tersebut tertangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja sesaat setelah membuang sampah di sekitar jalan di wilayah Kabupaten Kudus dalam razia yang digelar Satpol PP 16 Februari lalu. Razia digelar mulai pukul 02.00 WIB sampai 06.30 WIB. Satpol PP juga menggandeng Dinas PKPLH Kabupaten Kudus.

Mereka ditangkap di beberapa titik. Di antaranya, Jalan Mayor Basuno, Jalan HM Subhan, Jalan Sunan Muria, serta Jalan R. Agil Kusumadya. Dengan total tertangkap tangan adalah duabelas orang.

Kepala satuan Satpol PP Kudus, Djati Solechah membenarkan hal tersebut. Menurutnya pihaknya memergoki beberapa warga yang sengaja membuang sampah sembarangan. Pihaknya pun sebenarnya sudah mengawasi kebiasaan orang-orang yang membuang sampah sembarangan di beberapa titik tersebut.

“Karna sudah terlalu sering, langsung kami langsung tindak,” ucapnya dilansir murianews.com.

Dia menerangkan, kegiatan pembuangan sampah sembarangan tentu saja melanggar Peratutan Daerah tentang pengelolaan sampah yang berlaku di Kabupaten Kudus. Tanpa toleransi lagi, pihaknya segera memproses orang-orang yang melanggar tersebut.

“Ini masuknya tindak pidana ringan,” terangnya.

Terkait cara memproses pihaknya melakukan penyitaan KTP pelanggar Perda dan diminta hadir di Kantor Satpol PP Kudus untuk pemeriksaan lanjutan. Sedangkan yang tidak ber KTP diberikan surat pemanggilan untuk datang di kantor Satpol PP guna pemeriksaan lanjutan.

“Yang berkasnya dilimpahkan di PN kudus,” rincinya.

Hasil dari sidang hari ini dijelaskan Djati, jika sembilan orang tersangka sudah dijatuhi hukuman berupa denda sebesar Rp dua ratus ribu dengan subsidier satu bulan penjara.

“Mereka sudah diproses dengan benar secara hukum,” tandas Djati.(AM/AL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *