Rizal Ramli: Turunin Harga Jangan Hanya Untuk Pencitraan Jelang Pilpres Mas Jokowi!


KUDUSSATU.com–Ekonom senior Rizal Ramli memberikan penilaian kepada kedua paslon 01 dan 02 saat debat putaran kedua capres Minggu malam (17/2/2019).
Menurut Rizal, yang pertama soal inpresi dulu bahwa orang berharap Prabowo akan emosional .

“Saya surprise justru Prabowo terlihat tenang dan cool. Yang justru emosional dan kelihatan marah-marah ekspsresinya malah mas Jokowi. Ini ada apa,” kata Rizal saat diwawancara khusus dalam acara Fakta di TV One semalam.

“Kelihatan marah ketika berbeda. Demokrasi itu biasa ketika berbeda. Jangan emosian dong. Beda itu indah kayak TV One,” imbuhnya.

Yang kedua, kata Rizal, dalam perdebatan soal pangan pak Jokowi kelihatan menjelaskan apa yang sudah dilakukan. Wajar karena beliau seorang petahana.

“Tapi yang ingin kita ketahui ada perubahan strategi nggak. Terutama dalam hal pangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kalau tujuannya memang untuk stabilitas harga cara yang paling mudah memang dengan impor lagi impor lagi.

Dan jangan lupa, katanya, impor terjadi disaat waktu panen dan berlebih-lebihan atau ungal-ugalan. Padahal ada surplus 3 juta ton beras.

“Merupakan fakta impor berlebihan karena dibaliknya ada pemburu rente. Ini yang tidak disentuh sama sekali,” ungkapnya.

Prabowo, masih kata Rizal, cukup kuat komitmennya untuk petani dan nelayan dan sebagainya.

Untuk yang kedua, Rizal mengaku surprise melihat Prabowo nyaris tidak ada angkanya.

“Mungkin Prabowo lebih berhati-hati,” kata dia.

Sebaliknya, Jokowi angkanya banyak banget dan mohon maaf ngawur dan ngasal. Misalnya tidak ada kebakaran hutan ternyata banyak sekali. Soal pembangunan jalan angkanya juga nggak benar.

“Termasuk soal unicorn, di Bloomberg itu jelas yaitu satu kepemilikan orang asing itu mayoritas dan orang Indonesia minoritas. Kedua mereka (unicorn) keberatan semua dengan pajak yang akan dikenakan,” bebernya.

Rizal juga mengaku agak surprise ketika Prabowo mengatakan akan menurunkan tarif listrik. Karena kalau kita tanya kenapa pendapatan dan daya beli masyarakat rontok itu karena dicabut subsidi untuk listrik 450 volt amper-900 volt amper.

“Rakyat yang pakai 450 volt amper sudah pasti miskin dan yang 900 volt amper hampir miskin. Jadi ketika subisidi dicabut yang rakyat nyaris miskin menjadi miskin,” bebernya.

“Saya gembira ketika Prabowo akan menurunkan tarif listrik. Banyak cara yang bisa dilakukan. Tapi yang penting keberpihakannya dulu,” imbuh Rizal.
Terkait wacana pemerintah (PLN) menurunkan tarif untuk 900 volt amper ke bawah awal Maret mendatanf, Rizal pun menanggapi hal itu. Ia meminta pemerintah jangan sekedar melakukan pencitraan menjelang pilpres.

“Harus ada ekonomi reasonnya. Jangan diturunin tarifnya, sehingga PLN makin bangkrut, jangan. Jangan. Dan juga jangan ini dijadikan sebagai ongkos pencitraan,” kritik Rizal.

“Mau pilpres semua diturunin. Karena cara-cara seperti itu tidak rasional,” tandasnya. (AM/AH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *