Survei Indometrik:Elektabilitas Prabowo-Sandi Tempel Ketat Jokowi-Ma’ruf

KUDUSSATU.com–DIREKTUR Riset Indomatrik, Syahruddin YS membeberkan bahwa elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 (Joko Widodo-Ma’ruf Amin) bersaing ketat dengan paslon nomor urut 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno). Demikian hasil survei Indomatrik yang digelar pada 21-29 Januari 2019 di 34 provinsi.

Berdasarkan data hasil survei, sambung dia, selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo berada di poin 3,93%. Paslon Jokowi-Amin mendapat simpati sebesar 47,97%, sedangkan Prabowo-Sandi 44,04%.

“Sementara mereka yang belum menentukan (swing voter) tapi akan berpartisipasi dalam pilpres sekitar 7,99%,” ujar Syahruddin dalam konferensi pers Survei Nasional Potret Tingkat Elektabilitas Pasangan Capres/Cawapres RI di Pemilu 17 April 2019, di Jakarta, Jumat (15/2).

Figur Jokowi-Amin memeroleh elektabilitas sebesar 47,97% karena dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat, dan berpengalaman.

Adapun elektabilitas Prabowo-Sandi yang bertengger di angka 44,04% disebabkan oleh beberapa asumsi responden, diantaranya alasan menginginkan perubahan, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik, serta figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa.

Menurut Syahruddin, selisih elektabilitas antara keduanya diangka 3,93% ini karena dampak penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak sesuai dengan janji kampanye 2014.

Hasil elektabilitas sangat ketat itu merupakan modal bagi kedua kandidat untuk bersaing lebih keras lagi dalam mencari simpati masyarakat dan memenangkan pertarungan Pilpres 2019.
Di sisi lain, imbuh dia, keunggulan elektabilitas di bawah 10% bagi incumbent sangatlah riskan.

Pasalnya, waktu yang masih tersisa dua bulan kedepan merupakan peluang dan kesempatan emas pasangan Prabowo-Sandi dalam mengejar ketertinggalan.

Survei Indomatrik mengambil sampel sebanyak 1.800 responden. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin of error sekitar 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Sumber:MediaIndonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *