Teken MoU dengan BTN, Pemkab Kudus Siapkan Rumah Bagi Warga Miskin

KUDUS, KUDUSSATU.com–Pemerintah Kabupaten Kudus menandatangi naskah kesepakatan bersama (MoU) dengan Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk Cabang Kudus. Kerjsama itu terkait penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau miskin.

Nota kesepakatan itu ditanda tangani oleh Bupati Kudus HM Tamzil dengan Kepala BTN Cabang Kudus Asep Marliansyah, di Ruang Command Center Setda Kudus, Jum’at (15/2/2019). Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekda, Asisten Sekda, Staf Ahli, Kepala OPD terkait, serikat pekerja RTMM, dan media.

Bupati Kudus HM Tamzil menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari 9 program unggulan pemkab Kudus. Disamping itu, juga sebagai bentuk upaya dalam mendukung program satu juta rumah oleh Presiden. Ia mengungkapkan, program unggulan tersebut telah disambut antusias oleh masyarakat.

“Yang terpenting kita ingin memberikan status sosial kepada masyarakat yang belum punya rumah,” katanya.

Tamzil menyebutkan, progam rumah bagi masyarakat berpenghasilan murah (MBR) salah satu persyaratannya yaitu penerima progam merupakan komunitas yang beranggotakan 20-50 orang dan memiliki badan hukum. Syarat lainnya, masing-masing anggota akan dilakukan BI cheking. Selain itu, kata dia, harga tanah tidak boleh lebih dari 200 ribu per-meternya. Lebih lanjut, disampaikan Tamzil bahwa tanah untuk proyek pertama sudah siap tinggal mengurus administrasi, tata ruang dan akses. Proyek tersebut akan dilakukan di Kecamatan Kaliwungu dengan tanah seluas 4 hektar yang ditunjukkan kepada serikat pekerja RTMM.

“Peletakan batu pertama paling tidak Maret, harapan kami Pak Jokowi rawuh ke Kudus atau Pak Ganjar, karena ini merupakan suatu program yang dinanti masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil VI BTN Jateng DIY Nuryanti mengaku turut bangga karena ikut mendukung realisasi program unggulan Kabupaten Kudus. Ia berharap agar program tersebut dapat cepat terealisasi dengan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

“Dengan ditandatangani MoU ini semoga bisa cepat terealisasi dengan melibatkan pihak terkait,” katanya.

Dilain sisi, ia mengungkapkan sudah pernah menggarap program serupa di Kabupaten Kendal.

“Kemarin KPR mikro yang kami realisasi nilainya 38 juta untuk tanah, bangunan dibantu BSPS 32 juta,”imbuhnya.

“KPR mikro untuk tanah maksimal 70 juta, nantinya akan disesuaikan dengan penghasilan anggota komunitas di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *