Proyek Kudus Trade Center Dibidik KPK, Mantan Bupati Was-was?

KUDUS, KUDUSSATU.com–Proyek pembangunan gedung Kudus Trade Center (KTC) senilai Rp 12, 4 miliar diduga bermasalah dan tinggal menunggu tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun ke daerah untuk melakukan penyelidikan.

Gedung Kudus Trade Centre (KTC) di kawasan Terminal Induk Kudus, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, mangkrak sejak awal Januari 2018 sampai sekarang.

Melihat kondisi fisik yang ada saat ini, di prediksi pembangunan fisik baru mencapai volume tidak lebih dari 70%. KTC merupakan proyek milik Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sebagai pengguna anggaran. Dengan sumber pembiayaan dari APBD Kudus 2017.Proyek ini dikerjakan oleh rekanan kontraktor PT Andrian Berliana Sakti Kudus.

Menurut informasi yang dihimpun dari sumber, kabarnya jika kasus ini sudah masuk di KPK. Bahkan ada pelaporan secara online (wishle blower) terkait proyek KTC senilai Rp 12,4 m tersebut.

“Ini memang ada pelaporan secara online terkait proyek KTC. Dan siapapun boleh melaporkan kemudian nanti akan dilakukan verifikasi,” kata NH, sumber dari KPK.

“Kita bisa anggap ini sebagai wishle blower,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti melalui Kepala Bidang Pasar, Andi Imam Santoso saat dikonfirmasi melalui telpon dan watshapp tidak bersedia menjawab.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Imam Prayitno saat dikonfirmasi mengaku bahwa pihak Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah mendengar kabar tersebut.

“Kita sudah mendengar itu sudah lama mengenai ada pihak yang melaporkan proyek KTC ke KPK. Kita dengar sudah sekitar sebulanan,” ujarnya.

Namun, pihaknya enggan untuk berkomentar banyak mengenai hal tersebut. Menurutnya apa yang dikerjakan oleh dinas sejuah telah sesuai aturan.
“Intinya pihak dinas siap menerima konsekuensi apapun. Bahkan siap harus dimintai klarifikasi oleh KPK,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia(GNPK-RI) Basri Budi Utomo menuding jika proyek KTC senimai Rp 12,4 miliar merupakan proyek pesangon bagi mantan bupati Kudus Musthofa, yang memang sudah memasuki purna tugas.

“Hasil investigasi GNPK RI, patut diduga bahwa proyek KTC merupakan proyek pesangon kepala daerah yang mau selesai masa jabatannya. Proyek ini juga terkesan dipaksakan dengan waktu pekerjaan yang hanya 100 hari. Yaitu terhitung dari pelaksanaan pekerjaan tanggal 14 September 2017 sampai 23 Desember 2017,” ungkap Basri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *