Genjot Literasi Sekolah, Disdikpora Kudus Gelar Lomba Perpustakaan

KUDUS, KUDUSSATU.com— Membaca adalah elemen kunci dari literasi (literacy) yaitu kemampuan membaca, menulis, dan menghitung. Literasi merupakan hak asasi manusia, dan merupakan jantung dari pendidikan.

Melihat betapa pentingnya literasi sekolah, maka Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus menggelar yang namanya lomba perpustakaan untuk SD, dan SMP.

“Kegiatan (lomba perpustakaan) sudah diadakan rutin tiap tahun. Seleksi dilakukan dari tingkat kecamatan,” kata Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Djamin, Jum’at (15/2/2019).

Suasana dan kondisi salah satu perpustakaan sekolah yang begitu nyaman dan bersih.

Ia menyebutkan, kegiatan lomba perpustakaan sekolah merupakan upaya kami menghidupkan ruang baca di sekolah, baik untuk siswa maupun guru.

”Kami ingin perpustakaan sekolah tidak sekadar koleksi buku, yang ditata pada rak buku yang sudah tua, sampai berdebu karena tidak pernah dibaca. Kami ingin merubah image tersebut. Bagaimana ruang perpustakaan dipercantik sehingga baik siswa atau guru bisa lebih nyaman dan berlama-lama membaca di perpustakaan,” tuturnya.

Djamin mengungkapkan, melalui lomba perpustakaan sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan minat baca bagi siswa dan guru. Sekaligus dalam rangka untuk memperkaya literasi.
Tahun 2018, lanjut Djamin, sebanyak tiga sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus yang berhasil menjadi juara. Yaitu SD 3 Terbang (juara 1), SDIT Al Islam (juara 2), dan SDN Karangbener (juara 3).

Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai juara 1 SMP 5 Kudus, juara 2 SMP 2 Gebog dan SMP Kanisius sebagai juara 3.

“Untuk lomba tahun ini (2019) sudah disosialisasikan, dan UPT Pendidikan masing-masing kecamatan sudah menunjuk sekolah,”ungkapnya.

”Ada wancana jika tahun ini jenjang lomba tidak hanya sampai tingkat kabupaten melainkan provinsi, tapi belum ada rapat koordinasi lanjutan. Dulu pernah waktu SD dan SMP masih berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, lombanya sampai provinsi, tapi setelah diserahkan ke daerah masing-masing tidak ada lagi, tapi kami terus melanjutkannya,” bebernya.

Djamin menambahkan, untuk kriteria penilaian lomba perpustakaan diantaranya, gedung atau ruang perpustakaan, sarpras, anggaran perpustakaan, tenaga penelola, koleksi buku, sumber daya elektronik perpustakaan, pengolahan bahan pustakaan, layanan dan program perpustakaan, kerjasama, dan data pendukung.

”Rata-rata sekolah yang mengikuti lomba perpustakaan mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) berupa buku. Dan, bidang kami juga bisa bersinergi dengan bidang sarpras untuk bantuan buku,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *