Pemkab Kudus Bidik Pasar Unggas Kalkun di Bali dan Jatim


MEJOBO,KUDUSSATU.com-Seiring tren gaya hidup sehat, daging kalkun mulai banyak dicari. Daging unggas ini dipercaya memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis ayam pedaging lainnya.

Tak heran, jika saat ini mulai banyak restoran maupun rumah makan yang menyajikan menu kalkun.

“Daging ayam kalkun memiliki pasar cukup potensial dan kami sedang mencoba membidik peluang pasar ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto saat membuka kegiatan “Workshop Pakan Bagi Peternak Kalkun” , Kamis (17/1/2019).

“Beberapa pasar seperti di Bali dan beberapa wilayah Jawa Timur sangat membutuhkan suplai untuk unggas Kalkun,” imbuhnya.

Catur menyebutkan, selama ini Dinas Pertanian dan Pangan secara bergiliran melakukan pendampingan pada program unggulan. Misalnya tahun 2017 terkait Tanaman Pangan, kemudian tahun 2018 tentang Perikanan dan tahun 2019 ini bidang Peternakan.

“Saya mulanya kaget, apa itu Kalkun. Sebab hanya diceritani sama pak Sidi Pramono dan bu Dwi Listyani. Saya juga belum tahu bagaimana rasanya kalkun. Selama ini kan peternakan ya yang besar-besar. Kerbau, sapi atau gajah misalnya ,”ungkapnya.

Ia menyebutkan, adanya progam inindiharapkan mampu mendorong peternakan kalkun semakin semarak di Kudus.

“Saat ini sebuah bisnis termasuk peternakan itu membutuhkan jejaring dan kelompok sehingga bisa saling mensupport satu sama lain. Termasuk dalam hal pemenuhan permintaan pasar, satu sama lain bisa saling mengisi,” jelas Catur.

“ Intinya begini, kita ingin semua pendampingan dibawah dinas pertanian harus unggul dan jadi branding Kudus. Misalnya, orang ngopi ya ingatnya kopi Muria itu Kudus. Ikan hias, central ikan hias ya Kudus. Sekarang, kita harapkan pengusaha kalkun ini bisa mewujudkan kalau orang nyari Kalkun ya dari Kudus ,”tambahnya.

Sementara itu, kegiatan workshop juga menghadirkan dua nara sumber dosen peternakan dari Universitas Diponegoro (Undip). Yaitu Ir Bambang Sulistiyanto M.Agr.Sc P.hD dan Dr Cahya Setya Utama S.Pt M.Si.

Salah satu narasumber, Cahya Utama mendorong para peternak Kalkun Kudus yang sudah ada kepengurusan untuk membentuk badan hukum berupa koperasi.

“Sehingga nanti kalau ada pemasaran dengan pabrikan atau toko besar lainnya bisa mudah. Selain itu, kita dari Peternakan Undip juga mudah mengenalkan,” kata Cahya.

“Kalau untuk pakan dan penanganan penyakit, kita siap. Saya ini hampir sama dengan pak Kepala Dinas Pertanian, belum tahu rasanya Kalkun dan memelihara kalkun. Tapi sepertinya juga hampir sama dengan penanganan unggas lainnya ,” pungkasnya. (UL/AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *