Bendungan Logung Diproyeksikan Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Konservasi Lingkungan


KUDUS, KUDUSSATU.com- Pemkab Kudus serius mewujudkan Bendungan Logung sebagai salah satu destinasi wisata untuk rakyat Kudus berbasis konservasi lingkungan.

Bendungan yang menelan anggaran Rp 620 miliar diharapkan dapat menjadi tujuan rekreasi akhir tahun ini. Hal itu disampaikan Bupati Kudus HM Tamzil saat Rapat Koordinasi Tentang Penataan Potensi Pariwisata Bendungan Logung di Command Center, Jum’at (11/1/2019).

Tamzil menyebutkan, jika desain untuk kawasan wisata Bendungan Logung ditarget rampung dalam dua bulan ke depan.

“Pemkab Kudus memiliki dana sekitar Rp 21,46 miliar untuk pelaksanaan pembagunan zona wisata prioritas. Rencananya, zona wisata prioritas yang akan segera dibuatkan bangunan fisiknya, yakni zona wisata 1 dan 4,” ujarnya.

Somasi wisata di kawasan Bendungan Logung

Dijelaskannya, terdapat 4 zona wisata yang akan dibuat sebagai tempat wisata. Namun yang diprioritaskan adalah zona wisata 1 dan 4. Zona wisata 1 memiliki luas 12.791 m2 yang rencananya digunakan sebagai wisata gardu pandang bendungan, pedestrian, gazebo dan plaza.

“Zona tersebut termasuk zona yang paling mudah aksesnya dikarenakan dekat dengan pintu masuk utama Bendungan Logung. Sementara untuk zona wisata 4, memiliki luas 17.966 m2 yang rencananya digunakan sebagai wisata perahu, plaza dan ruang terbuka hijau,” paparnya.

Tamzil mengungkapkan, jika antusiasme warga yang ingin melihat Bendungan Logung sangat besar. Karena itu, pihaknya meminta kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana agar memberikan akses kepada warga yang ingin melihat ke lokasi Bendungan.

“Kalau perlu dibuatkan jam khusus bagi pengunjung sehingga masyarakat tidak kecewa,” tuturnya.

“Saya lihat kemarin di medsos banyak sekali warga yang kecewa tidak bisa melihat Logung. Jadi, saya mohon pihak BBWS mengijinkan masyarakat untuk masuk dan dibuatkan jam. Namun, tetap memperhatikan keamanan,” imbuhnya.

Tamzil menambahkan, pemanfaatan Bendungan Logung untuk pariwisata, ditargetkan pada Desember 2019. Dengan catatan, dua zona wisata priporitas (1&4) bisa secepatnya selesai dikerjakan. Sementara zona lainnya akan dikerjakan secara bertahap.

“Saya berharap agar tahun baru nanti, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk wisata. Bisa ke Logung sebagai alternatif. Maka, akhir tahun ini Logung harus sudah bisa digunakan untuk wisata,” pungkasnya.(AM/AH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *