Pasca 100 Hari Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Mulai Pecah Kongsi?


KUDUS, KUDUSSATU.com-Pasca 100 hari kerja Tamzil-Hartopo terus mendapat sorotan dari publik. Baik sorotan dilakukan di eksternal maupun internal. Bahkan sudah mulai ada fluktuasi kepentingan.


Di eksternal, itu terlihat dari upaya publik untuk terus menagih janji kampanye waktu Pilkada lalu. Tercatat ada 9 janji kampanye oleh pasangan Tamzil-Hartopo. Di antaranya tunjangan guru swasta, santunan pasien rumah sakit kelas 3, bantuan modal untuk wirausahawan baru dll. Diusia yang masih seumur jagung mau tidak mau Bupati dan Wakil Bupati Kudus “dipaska” untuk memenuhi janji tersebut.

Sementara di internal isu yang beredar mulai ada indikasi pecah kongsi. Ini terjadi disebabkan kepala daerah dan wakilnya bekerja demi kepentingannya masing-masing. Akibatnya terjadilah konflik kepentingan di antara keduanya. Potensi terjadinya konflik itu makin besar jika masing-masing didukung oleh partai yang berbeda. Apalagi jika masing-masing bernafsu untuk maju dalam pilkada berikutnya.

Tak jarang konflik itu sudah meluas kepada perpecahan kepada pejabat di bawahnya. Tak heran lahir istilah orang bupati dan orang wakil bupati, orang walikota dan orang wakil walikota. Kalau sudah begini, pemerintahan pun tidak berjalan semestinya. Bagai­mana mungkin urusan pembangunan dan ke­ma­syarakatan akan bisa berjalan dengan baik jika antara kepala daerah dengan wakilnya selalu gontok-gontokan. Keduanya saling berhadapan, saling memupuk rivalitas.

Hal itu diperparah oleh adanya ketidakjelasan fungsi, peran dan wewenang masing-masing antara kepada daerah dan wakilnya. Akibatnya pembagian peran dan tanggung jawab itu tergantung pada kese­pakatan keduanya. Tak jarang, kesepakatan itu tidak ada. Inilah salah salah satu sumber disharmonisasi kepala daerah dengan wakilnya yang pada akhirnya terjadi pecah kongsi.

Semoga isu pecah kongsi itu tidak benar.Rakyat berharap dan berdoa agar kedua pemimpin Kudus ini tetap bersatu demi melayani masyarakat sampai lima tahun mendatang. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *