Viral! Nurhadi, Tukang Urut Asal Kudus yang Coba Peruntungan Sebagai Capres Fiktif di Dunia Maya

KUDUS, KUDUSSATU.com – Belakangan ini media sosial sedang dihebohkan dengan kehadiran pasangan capres-cawapres nomor urut 10 dengan nama Nurhadi-Aldo. Loh, bukannya pemilu presiden 2019 hanya ada 2 calon?.

Faktanya memang demikian, tapi pasangan Nurhadi-Aldo yang mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres-cawapres nomor urut 10 ini memang hanya guyonan.

Meski hanya guyonan, paslon ini malah mendapat banyak dukungan dari warganet lo!

Sekilas jika dilihat, poster pasangan ini benar-benar terlihat laiknya poster capres-caawapres.

Nurhadi dengan baju warna merah dan Aldo dengan kemeja putih seolah menguatkan diri sebagai calon yang mewakili Indonesia.

Poster mereka juga bernuansa warna merah dan putih.Pasangan Nurhadi-Aldo adalah pasangan capres-cawapres fiktif yang awalnya diciptakan oleh anak-anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam di Indonesia.

“Di berbagai media sosial sekarang banyak kampanye hitam yang saling menjelekkan. Masyarakat mulai terkotak-kotak, nah Nurhadi-Aldo ini hadir untuk meredam hal itu, meredam konflik antar kubu,” kata salah seorang kreator capres fiktif ini pada BBC.

Dikutip dari BBC Kamis (3/1/2019), ada delapan pemudaberusia 17-23 tahun yang tinggal di beberaga kota di Indonesi yang punya die ini.

Pendapat mereka terbukti benar. Hanya dua minggu setelah diluncurkan, halaman Nurhadi-Aldo di Facebook sudah menggaet 90 ribu pengikut dan puluhan ribu di Instagram.

Melalui halaman itulah mereka membagikan slogan-slogan konyol atau program kerja nyeleneh dari paslon Nurhadi-Aldo.

Nurhadi adalah seorang tukang urut yang berasal dari Mejobo, Kudus.Nurhadi sebelumnya sudah sering eksis di media sosial khususnya dalam komunitas shitposting (komentar receh) karena ia memang sering membuat status Facebook yang kocak.

Nurhadi juga sering mempromosikan jasa pijat urutnya disertai berbagai foto selfienya.

Menggunakan wajah Nurhadi sebagai capres fiktif ternyata diketahui juga oleh Nurhadi dan ia pun setuju.

Kalau Nurhadi adalah sosok nyata, Aldo justru tokoh fiktif yang wajahnya diedit dengan menggabungkan wajah seorang politikus yang diduga Antasari Azhar dengan wajah orang lain.

Sumber:BBCNEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *