Bantuan Uang Tunai Ala Tamzil-Hartopo Bikin Tekor APBD?


KUDUS, KUDUS SATU.com-Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran cukup besar untuk progam bantuan tunai (uang) ke masyarakat. Seperti tunjangan kesejahteraan guru swasta(TKGS), bantuan pasien rumah sakit, dan santunan kematian.

Untuk anggaran TKGS saja, Pemkab Kudus harus merogoh sekitar Rp 144 miliar atau 11,8 persen dari total APBD Kudus tahun 2019. Jumlah yang tidak sedikit.

Menurut data dari Pemkab Kudus ada sekitar 12.000 calon penerima tunjangan kesejahteraan guru swasta yang masih terus divalidasi. Masing-masing mendapatkan Rp 1 juta tiap bulannya.

Pemkab Kudus juga mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar untuk santunan kematian pada 2019. Dengan nominal penerima sebesar Rp 1 juta kematian karena sakit biasa hingga Rp 2,5 juta karena kecelakaan.

Belum selesai, Pemkab Kudus juga memberikan bantuan tunai kepada pasien rumah sakit. Nominalnya Rp 50 ribu per harinya dan pemberian bantuan dibatasi hanya sampai hari ketiga.

Tamzil-Hartopo beberapa waktu ini pun disibukkan dengan agenda keliling untuk menyalurkan bantuan tunai tersebut secara simbolis. Mulai dari santunan kematian, bantuan pasien rumah sakit kelas 3, dan tunjangan kesejahteraan guru swasta. Bahkan menurut rencana penyaluran tunjangan kesejahteraan guru swasta yang dijadwalkan dimulai Jum’at (4/1/2018) pagi.

Bagi Tamzil-Hartopo, ini merupakan upaya untuk memenuhi janji dan progamnya saat Pilkada lalumNamun, disisi lain hal ini juga berpengaruh terhadap kondisi keuangan daerah yang notabene masih mengandalkan APBN.

Dimungkinkan banyak anggaran lain yang terpaksa di pangkas demi melaksanakan janji kampanye tersebut. Sejumlah pihak banyak yang meragukan apakah progam ini bisa berkelanjutan. Ataukah justru berhenti di tengah jalan. Wallahu A’lam Bisshoab.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *