Aliansi Muslim Kudus Gelar Aksi Solidaritas untuk Muslim Uighur


KOTA, KUDUSSATU.com-Ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Muslim Kudus menggelar aksi solidaritas, atas penindasan terhadap warga muslim Uighur, Tiongkok.

Mereka mendesak agar Pemerintah Tiongkok menghentikan tindakan kekerasan terhadap warga muslim di wilayah Xinjiang, Tiongkok.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Pemerintah Indonesia sudah sepatutnya mengambil sikap atas penindasan terhadap umat muslim Uighur,” kata juru bicara aksi, Ustadz Tahrim.

Sekitar 200 peserta aksi memadati area Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jum’at (28/12/2018). Mereka berasal dari berbagai elemen seperti KAMMI Komisariat Kuda, IMM, ACT, FKAM, PII, ODOJ Kudus, SYAM dan Formi UMK.

Dalam aksinya, Aliansi Muslim Kudus menyampaikan tujuh pernyataan sikap sebagai berikut:

1.Mengecam keras penindasan sistematis terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina karena bertentangan dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (HAM PBB).

2.Mendesak Pemerintah Cina untuk menghentikan perbuatan keji yang tidak berperikemanusiaan ini, agar tidak menyulut kemarahan umat dan dunia Islam secara lebih besar dan luas.

3.Menuntut Pemerintah Cina untuk menjamin dan melindungi hak Muslim Uighur untuk bebas dalam beribadah dan menjalankan ajaran agamanya serta membuka akses kepada dunia luar untuk dapat memantau dan membantu secara langsung penderitaan mereka.

4.Mendesak Pemerintah Republik Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia agar mengambil sikap tegas dan langkah konkrit untuk menghentikan tragedi kemanusiaan melalui ASEAN, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga internasional lainnya, apalagi Pemerintah Cina mempunyai kepentingan besar secara ekonomi di negeri ini.

5.Meminta negara-negara Islam anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk berperan aktif menyelesaikan penderitaan Muslim Uighur.

6.Mendukung semua usulan yang mendesak PBB mengirim tim monitor untuk menginvestigasi dan menindaklanjuti laporan Lembaga Advokasi HAM Human Rights Watch tentang tindakan diskriminatif dan pelanggaran HAM terhadap Mulism Uighur.

7.Mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memanjatkan do’a dan melaksanakan Qunut Nazilah, semoga Allah ta’ala menolong Muslim Uighur dan mengangkat kesulitan mereka “. (RS/AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *