Alpukat dan Kopi Diusulkan Jadi Ikon Wisata Muria


DAWE, KUDUS SATU.com-Kawasan lereng Muria memiliki beragam produk unggulan pertanian. Di antaranya alpukat dan kopi. Pemkab Kudus pun serius “menggarap”agar kedua komoditas itu dapat menjadi ikon wisata di lereng Muria.

Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan, buah alpukat dan kopi muria dapat menjadi ikon kuliner wisata di Gunung Muria.

“Ketika orang datang ke Kudus, tidak hanya soto, sate kerbau yang diingat. Tapi juga buah alpukat dan kopi Muria harus jadi ingatan wisatawan,” kata Tamzil saat meresmikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Colo, Kecamatan Dawe, Rabu (26/12/2018).

Lebih lanjut, buah-buahan yang ditanam di Kudus rasanya tak kalah dengan buah impor karena unsur hara yang berbeda. Sehingga, petani harus mampu memanfaatkan sumber daya alam yang telah ada.

“Saya sudah buktikan sendiri, sudah coba alpukat dari daerah lain, rasanya beda. Rasa alpukat Muria lebih unik,” tuturnya.

”Pak Bupati menyerahkan bantuan sebanyak 10.000 bibit kopi dan 1000 bibit alpukat. Ribuan bibit ini diserahkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-kecamatan Dawe,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pengan Kudus, Catur Sulistiyanto.

“Semoga gedung BPP yang sudah direnovasi ini dapat memberikan spirit dan meningkatkan kinerja pertanian,” pungkasnya.(Kominfo/AL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *